Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Narkoba dan Pembunuhan, Bagian Masa Kecil Tevez

Kompas.com - 14/03/2015, 16:33 WIB
Anju Christian

Penulis

Sumber FIFA

KOMPAS.com — Striker Juventus, Carlos Tevez, berkisah tentang masa kecilnya. Kehidupan Tevez kecil di Argentina lekat dengan narkoba dan pembunuhan.

Tevez tumbuh di Barrio Ejercito de Los Andes, pinggiran Buenos Aires, Argentina. Daerah yang lebih dikenal dengan sebutan Fuerte Apache ini merupakan lingkungan rawan kejahatan. Kebanyakan penduduk di sana dilanda kemiskinan.

"Masa kecilku keras. Aku hidup di daerah di mana narkoba dan pembunuhan menjadi bagian kehidupan sehari-hari," papar Tevez.

"Akan tetapi, aku memilih jalanku sendiri. Aku tak pernah membenarkan narkoba dan pembunuhan," kata Tevez.

Tevez beruntung. Dia bukanlah satu-satunya bocah Fuerte Apache yang memiliki bakat sepak bola. Sahabat Tevez, Dario Coronel, juga memiliki potensi besar. Keduanya sempat berduet di tim yunior Santa Clara.

Sayang, nasib Coronel berbanding terbalik dengan sahabatnya. Lantaran pengaruh sekitar, Coronel menjadi perampok dan pengedar narkoba. Lebih ironis lagi, dia bunuh diri pada usia 17 tahun.

"Dia memiliki segalanya yang dibutuhkan untuk sukses. Tetapi, dia memilih jalur lain, kriminalitas dan obat-obatan. Hingga akhirnya, dia tak bersama kita lagi. Ini bukan perkara keberuntungan, tetapi memilih jalan lebih mudah," ujar Tevez.

Hingga kini, Tevez masih sering mengenang Coronel. "Kami bersama dalam 24 jam sehari. Meskipun pindah ke klub yang berbeda, kami tetap bersama sepanjang hari," aku Tevez.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perancis Buntu Lawan Belanda, Tanpa Mbappe Les Bleus Berbeda

Perancis Buntu Lawan Belanda, Tanpa Mbappe Les Bleus Berbeda

Internasional
Liga 1 2024-2025 Tanpa Championship Series, Pelatih Persib Sebut Lebih Adil

Liga 1 2024-2025 Tanpa Championship Series, Pelatih Persib Sebut Lebih Adil

Liga Indonesia
Euro 2024: Inggris Tanpa Energi, Eksperimen Alexander-Arnold Disorot

Euro 2024: Inggris Tanpa Energi, Eksperimen Alexander-Arnold Disorot

Internasional
Turkiye Vs Portugal, Ambisi Pemain Tertua di Sepanjang Sejarah Euro

Turkiye Vs Portugal, Ambisi Pemain Tertua di Sepanjang Sejarah Euro

Internasional
Evan Dimas Gabung Persik, Macan Putih Harapkan Suntikan Pengalaman

Evan Dimas Gabung Persik, Macan Putih Harapkan Suntikan Pengalaman

Liga Indonesia
Chile Vs Argentina: Rumput Jadi Sorotan, Kenangan Messi Pensiun

Chile Vs Argentina: Rumput Jadi Sorotan, Kenangan Messi Pensiun

Internasional
Siaran Langsung dan Link Streaming Euro 2024 Malam Ini, Turkiye Vs Portugal

Siaran Langsung dan Link Streaming Euro 2024 Malam Ini, Turkiye Vs Portugal

Internasional
Persib dan Tantangan Musim 2024-2025, Pelapis untuk David da Silva

Persib dan Tantangan Musim 2024-2025, Pelapis untuk David da Silva

Liga Indonesia
Argentina Telat Masuk Lapangan di Copa America 2024, Messi dkk Terancam Sanksi

Argentina Telat Masuk Lapangan di Copa America 2024, Messi dkk Terancam Sanksi

Internasional
Turkiye Vs Portugal: Aroma Derbi Milan, Saat Leao Sebut Calhanoglu Ancaman...

Turkiye Vs Portugal: Aroma Derbi Milan, Saat Leao Sebut Calhanoglu Ancaman...

Internasional
AC Milan Bantu Dongkrak Popularitas Serie A di Amerika Serikat

AC Milan Bantu Dongkrak Popularitas Serie A di Amerika Serikat

Liga Italia
Turkiye Vs Portugal: Rencana Montella, Peluru Arda Gueler

Turkiye Vs Portugal: Rencana Montella, Peluru Arda Gueler

Internasional
Timnas U16 Indonesia Tampilkan Skema Andalan STY, Rencana Taktik Nova Arianto

Timnas U16 Indonesia Tampilkan Skema Andalan STY, Rencana Taktik Nova Arianto

Timnas Indonesia
Copa America 2024, Pulisic Bawa Keyakinan dari AC Milan

Copa America 2024, Pulisic Bawa Keyakinan dari AC Milan

Internasional
Inggris Hadapi Dilema di Euro 2024, seperti Kembali ke Era Beckham

Inggris Hadapi Dilema di Euro 2024, seperti Kembali ke Era Beckham

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com