Kompas.com - 20/02/2015, 16:04 WIB
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menunjukkan miniatur contoh cable car yang akan dipasang di Kota Bandung. Cable car dari Austria ini memiliki kapasitas 36 orang. KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaWali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menunjukkan miniatur contoh cable car yang akan dipasang di Kota Bandung. Cable car dari Austria ini memiliki kapasitas 36 orang.
Penulis Icha Rastika
|
EditorAloysius Gonsaga AE
BOGOR, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil turut kecewa atas ditundanya kick-off Indonesia Super League (ISL) 2015 oleh Menpora RI Imam Nahrawi. Menurut dia, masyarakat Bandung sudah menanti-nanti laga ISL antara Persib Bandung melawan Persipura Jayapura.

"Saya kecewa. Kalau bisa urusan begini jangan mundur-mundur karena masyarakat sudah menanti-nanti," kata Ridwan di Istana Bogor, Jumat (20/2/2015).

Ridwan mengatakan, sedianya perencanaan ISL bisa dilakukan dengan baik sehingga tidak mengecewakan peserta liga maupun masyarakat. Sejauh ini, kata dia, Persib sudah siap bertanding. Hanya saja, sebagai pendukung Persib, Ridwan mengaku belum yakin dengan penyerang Persib yang akan dipasang dalam liga tersebut.

"Sebagai bobotoh, saya belum happy dengan strikernya," ujar Ridwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Profesional Indonesia (Bopi) memutuskan untuk menunda pelaksanaan ISL selama dua pekan karena klub-klub belum melengkapi syarat verifikasi liga.

Bopi merupakan badan yang dibentuk oleh Kemenpora untuk mengawasi berlangsungnya kompetisi profesional semua cabang olahraga. Bopi akan memberikan rekomendasi kepada kepolisian untuk memberikan izin keramaian agar pertandingan-pertandingan sepak bola bisa terlaksana.

Bopi baru akan mengeluarkan rekomendasi bergulirnya ISL 2015 jika ke-18 klub peserta sudah memenuhi syarat administrasi, seperti nomor pokok wajib pajak (NPWP), SIUPP, legalitas klub, hingga laporan audit.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.