"Kick-off" Ditunda, Persipura Akan Tuntut Ganti Rugi ke BOPI

Kompas.com - 19/02/2015, 16:41 WIB
Striker Persib Bandung, Ferdinand Sinaga (17) diadang pemain Persipura Jayapura, Bio Paulin (45) dalam laga final Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Jumat (7/11/2014) malam. Persib berhasil menjadi juara ISL 2014 setelah mengalahkan Persipura lewat babak adu penalti. TRIBUN SUMSEL / M AWALUDDIN FAJRIStriker Persib Bandung, Ferdinand Sinaga (17) diadang pemain Persipura Jayapura, Bio Paulin (45) dalam laga final Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Jumat (7/11/2014) malam. Persib berhasil menjadi juara ISL 2014 setelah mengalahkan Persipura lewat babak adu penalti.
EditorAloysius Gonsaga AE
JAYAPURA, Kompas.com - Persipura Jayapura merasa dirugikan dengan adanya keputusan penundaan kick-off Indonesia Super League (ISL) 2015 oleh Menpora RI, Imam Nahrawi. Seperti diketahui, penundaan itu diputuskan setelah Imam menerima laporan dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengenai hasil verifikasi terhadap klub-klub ISL 2015.

Persipura merasa dirugikan lantaran sudah terlanjur mengeluarkan biaya untuk persiapan maupun keberangkatan tim ke Bandung, guna melakoni laga perdana ISL melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, 20 Februari 2015.

"Kami akan menyampaikan sikap kami (klub), PT Liga dan juga federasi. Karena secara materi kami sudah rugi, secara moril kami rugi. Kami akan menuntut ganti rugi itu kepada BOPI lewat PT Liga. Karena surat dari BOPI itu semuanya batal," ucap Rocky Bebena, media officer Persipura kepada wartawan di kantor PSSI Pusat, Jakarta, Rabu (18/2/2015) malam.

Dia menambahkan, bukan hanya Persipura yang sudah keluar biaya untuk laga perdana. Klub-klub ISL lain pun mengalami hal serupa. "Semen Padang sudah keluar Rp 50 juta untuk tiket. Pusamania Borneo FC sudah tiba di Malang. Kami sudah tiba di Bandung, tidak tahu tim yang lain. Saya sudah minta ofisial tim Persipura untuk menyimpan semua bon-bon pengeluaran yang akan kami lampirkan dalam tuntutan ke BOPI," bebernya.

Kapasitas BOPI untuk mempertanyakan kewajiban pajak klub dan pemain juga dipertanyakan klub-klub ISL. "Pijakan BOPI dari aturan mana yang harus mengurus pajak, NPWP, dan SPT Tahunan. Kalau targetnya cuma sesaat, percuma," tutur Rocky.

Dari segi teknis, Rocky menuturkan pemunduran ini juga bermasalah bagi tim pelatih Persipura. "Pelatih kami sudah komplain, karena dia sudah mengatur sedemikian rupa agar performa pemainnya bisa maksimal di pertandingan. Kalau seperti ini, bisa berpengaruh juga dengan performa pemain di Piala AFC. Karena lawan Persib tadinya mau dijadikan sebagai tolok ukur untuk laga perdana Piala AFC," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X