Kompas.com - 14/01/2015, 05:31 WIB
Ulasan Harian Bola mengenai masalah finansial yang melanda Persik Kediri dan Persiwa Wamena sehingga mundur dari ISL. BOLAUlasan Harian Bola mengenai masalah finansial yang melanda Persik Kediri dan Persiwa Wamena sehingga mundur dari ISL.
EditorAloysius Gonsaga AE
KEDIRI, Kompas.com - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, akan memfasilitasi kesebelasan Persik Kediri untuk mendapatkan sponsor terkait dicoretnya tim tersebut dari keikutsertaan dalam kompetisi Indonesia Super League 2015.

"Bapak Wali Kota akan mensuport agar Persik tetap berlaga di ISL, dan mudah-mudahan bisa tetap berkompetisi," ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Jawadi di Kediri, Jatim, Selasa (13/1/2015).

Ia mengatakan, pemkot berupaya dengan ikut mencarikan pihak ketiga atau sponsor yang akan digandeng dalam kompetisi ISL 2015. Hal itu dilakukan mengingat Persik merupakan kebanggaan dan mempunyai prestasi yang cukup bagus, terlebih lagi telah memenangi kompetisi Piala Gubernur 2015.

"Kami akan melakukan pembicaraan dengan pihak ketiga. Sebelumnya, Persik juga telah berjuang sekuat tenaga di Piala Gubernur 2015, jadi besar harapan kami," ujarnya.

Pihaknya juga mengatakan, Wali Kota sudah berbicara dengan manajemen Persik terkait dengan dicoretnya Persik dari kompetisi ISL 2015. Salah satu hal yang dibicarakan adalah terkait dengan masalah keuangan Persik, yang juga menjadi salah satu aspek dicoretnya Macan Putih dari kompetisi.

Manajemen Persik sampai saat ini juga masih mencari peluang sponsor agar Persik bisa berlaga dalam kompetisi sepak bola di Tanah Air, pascakeputusan PT Liga yang mencoret keikutsertaan klub ini di ISL 2015.

"Kami berupaya mengambil langkah lebih lanjut, mencari uang untuk persiapan 2015," kata Manajer Persik Anang Kurniawan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengatakan, sampai saat ini memang belum ada tembusan langsung dari PT Liga Indonesia, selaku penyelenggara kompetisi liga terkait dengan dicoretnya Persik. Manajemen masih mendapatkan informasi dicoretnya Persik dari kabar di media.

Walaupun dicoret, Anang mengatakan manajemen dan pengurus menerima keputusan PT Liga tersebut. Manajemen mengaku, keuangan menjadi masalah berat, sehingga Persik dinilai tidak siap ikut dalam kompetisi ISL 2015.

Untuk saat ini, manajemen berusaha sekuat tenaga untuk mencari peluang sponsor ke sejumlah perusahaan yang dinilai mampu, salah satunya adalah PT Gudang Garam Tbk, Kediri. Selain itu, manajemen juga masih menunggu keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) akhir Januari 2015. Dimungkinkan, Persik bisa mendapatkan dana dari RUPS itu, sehingga bisa menambah keuangan.

"Kami masih menunggu RUPS akhir bulan, barangkali ada mukjizat," ujarnya.

Anang mengatakan, untuk ikut dalam kompetisi ISL 2015, memang membutuhkan anggaran yang besar. Misalahnya, dalam kompetisi sebelumnya, di mana target Persik adalah bertahan di ISL, dibutuhkan dana minimal Rp 18 miliar. Dana itu lebih kecil jika dibandingkan dengan klub lain, yang merancang antara Rp 50-Rp 60 miliar.

Pihaknya berharap, proposal pengajuan sponsor yang diajukan segera ada jawabannya sehingga manajemen bisa secepatnya bertindak. Bahkan, sampai saat ini manajemen masih mempunyai tanggungan utang sekitar Rp 2 miliar pada pemain. Untuk saat ini, belum ada biaya yang mencukupi untuk kompetisi, sehingga harus secepatnya mencari dana.



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.