Kompas.com - 16/12/2014, 00:30 WIB
|
EditorAloysius Gonsaga AE
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjen Pol Boy Rafly Amar, mengatakan Polri bisa melakukan pengusutan terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), terkait peristiwa sepak bola gajah yang terjadi antara PSIS Semarang dan PSS Sleman pada Rabu (29/10/2014). Boy mengatakan kasus tersebut bisa ditarik ke ranah hukum.

"Pidana itu, bisa," ucap Boy di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/12/2014).

Boy mengatakan, PSSI harus kooperatif dengan pihak kepolisian agar peristiwa di balik pertandingan sepak bola gajah ini bisa terungkap. Jika memang benar ada dugaan pidana dalam kasus sepak bola gajah, Boy meminta agar informasi tersebut segera diberikan kepada penyidik Polri agar segera bisa dilakukan pengusutan.

Pelaporan tersebut bisa dilakukan baik oleh PSSI maupun masyarakat. "Kalau tidak ada dukungan data sama saja, jadi harus kooperatif," kata Boy.

Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia siap menyelidiki PSSI jika terindikasi melanggar pidana. Sebab, saat ini timbul banyak keluhan dari masyarakat yang mencium adanya praktik pengaturan skor dan pelanggaran lain dalam tubuh PSSI.

"Bila ditemukan hal-hal yang jadi kendala yang masuk ranah pidana tentu itu bisa dibantu Polri untuk lakukan penyelidikan," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2014).

Ronny mengatakan sebenarnya PSSI sudah memiliki sistem pengawasan internal. Ronny juga meyakini PSSI dapat menemukan apa yang menjadi permasalahan di dalam induk organisasi sepak bola Indonesia tersebut.

Menurut Ronny, Polri baru akan turun tangan ketika PSSI terbukti melanggar pidana. Sedangan saat ini, menurutnya, yang terpenting adalah mengupayakan agar tidak terjadi pelanggaran pidana pada PSSI. Dia berharap PSSI dapat lebih baik lagi.

"Sesuai tugas pokok dan fungsi Polri harus siap merespon segala permintaan dari siapa pun," kata Ronny.

Masyarakat saat ini tengah menyoroti kinerja PSSI pascaperistiwa sepak bola gajah yang terjadi antara PSIS dan PSS beberapa waktu lalu. Puncaknya muncul petisi online yang meminta agar PSSI dibekukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.