Sacchi Ungkap Masa Lalu Ancelotti

Kompas.com - 14/12/2014, 12:00 WIB
Mantan pelatih AC Milan Arrigo Sacchi (tengah) berbincang dengan pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti (kiri) dan bek Madrid Sergio Ramos, dalam sesi latihan Los Blancos, di Valdebebas, Jumat (5/12/2014). Real MadridMantan pelatih AC Milan Arrigo Sacchi (tengah) berbincang dengan pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti (kiri) dan bek Madrid Sergio Ramos, dalam sesi latihan Los Blancos, di Valdebebas, Jumat (5/12/2014).
EditorTjatur Wiharyo
MILAN, KOMPAS.com - Ketika masih bermain, pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti (55 tahun) berperan penting membawa AC Milan meraih segalanya pada era kepelatihan Arrigo Sacchi (1987–1991 dan 1996–1997). Padahal, Milan awalnya tak mau merekrut Ancelotti.

Ancelotti, yang bermain di posisi gelandang, direkrut Sacchi dari AS Roma pada Juli 1987 dan terus membela Milan hingga ganting sepatu pada Juli 1992.

Selama diperkuat Ancelotti, Milan meraih dua trofi Liga Champions, dua trofi Piala Super UEFA, dua gelar juara Serie-A, trofi Piala Super Italia, dan dua trofi Piala Interkontinental.

Setelah gantung sepatu, Ancelotti berguru kepada Sacchi mengenai kepelatihan. Kini, Ancelotti dikenal sebagai pelatih pilih tanding, terutama setelah membawa Real Madrid menjuarai gelar juara Liga Champions kesepuluh musim lalu dan membawa Madrid selalu menang dalam 20 laga terakhir musim ini.

Milan betul-betul mempertimbangkan rencana merekrut Ancelotti, karena lutut Ancelotti hanya berfungsi 80 persen. Namun, Sacchi berhasil meyakinkan Milan untuk mendatangkan Ancelotti.

"Presiden Milan Silvio Berlusconi saat itu mengatakan bahwa ia tak bisa mendatangkan pemain yang memiliki masalah cedera yang serius karena menurut mereka, (Anceotti) tak berguna di Roma," ungkap Sacchi (68 tahun).

"Saya mengatakan, jika membeli Ancelotti, kita akan meraih scudetto. (Ancelotti) adalah seorang juara di dalam skuad (Milan) yang luar biasa. Kemudian, ia bekerja dalam tim kepelatihan saya di tim nasional Italia dan setelah beberapa tahun, ia bekerja sendiri dan meraih sukses luar biasa."

"Carlo adalah pelatih yang bertalenta besar. Ia memiliki dan memberikan ketenangan. Ia gembira dengan semua yang ada di Real Madrid dan mendapatkan rasa hormat dari semua orang di sana, termasuk Presiden Madrid Florentino Perez."

"Ancelotti biasa bekerja dengan presiden klub yang memberinya tekanan ketika bekerja. Namun, jika hal itu menjadi masalah bagi kebanyakan pelatih, hal itu malah menjadi motivasi baginya."

"Ia juga harus menghadapi tekanan media Spanyol terhadap klub-klub Spanyol. Namun, Ancelotti mengubah tekanan menjadi sesuatu yang positif dengan kecerdasan dan pendekatan plegmatis."

"Dengan kesabaran, kemampuan, dan gagasan yang kelas, ia menjadikan Real Madrid tim yang modern. Penguasaan bola dan serangan balik mereka luar biasa."

"Saya yakin tentang satu hal, yaitu tak ada satu orang pun bisa membentuk tim dan menemukan solusi yang tepat seperti dirinya. Itulah kenapa (Madrid) mencintainya."

"Saya bertanya kepada Ancelotti soal keadaannya. Ia mengatakan, 'Saya sangat tegang. Waktu berlalu, tetapi saya menjadi semakin tegang.' Ia akan menjadi pemain poker yang luar biasa, karena ia tak menunjukkan (ketegangan secara eksplisit)," tutur Sacchi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X