Kompas.com - 10/12/2014, 16:34 WIB
Penyerang tim nasional Indonesia U-23, Yandi Sofyan, mengalami cedera saat melawan Papua Nugini di turnamen MNC Cup 2013 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (22/11/2013). Ferril DennysPenyerang tim nasional Indonesia U-23, Yandi Sofyan, mengalami cedera saat melawan Papua Nugini di turnamen MNC Cup 2013 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (22/11/2013).
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - Sepulang dari Australia, striker Arema Yandi Sofyan Munawar malah kepincut Persib. Makanya, tulis goal.com pada Rabu (10/12/2014), adik kandung pesepak bola nasional Zaenal Arif itu berpamitan dengan manajemen Arema.

Yandi yang kini berumur 22 tahun itu dipinjamkan Arema ke klub Brisbane Roar Australia satu musim. Selama di klub itu, ia bermain 11 kali dan menjebol gawang lawan dua kali.

Manajer umum Arema Ruddy Widodo menyatakan, Yandi telah berpamitan kepada manajemen, karena ingin bermain di Persib. Tapi Ruddy meminta agar Persib melakukan pembicaraan dengan manajemen Arema, karena kontrak Yandi masih berlaku hingga April 2015.

“Yandi mohon izin kepada Arema untuk berpamitan. Khusus untuk Yandi ini, kami harus menghubungi Cronus Grup di Jakarta lebih dulu, karena dia sejatinya milik mereka, termasuk diberi dana ke Australia dan di SAD. Kami bilang Yandi ingin mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak di Persib, sehingga mereka memberikan izin,” tutur Ruddy.

“Saat izin, Yandi bertanya kepada kami apakah harus ada uang transfer. Kami bilang, jika kontraknya di sini masih sampai April. Saya bilang ke Yandi, jika mungkin, tidak disebut transfer, namun cukup kesepakatan kekeluargaan antara Arema dan Persib. Kami persilahkan dia berkembang di sana, sehingga tidak ada niat menghalangi,” terang Ruddy.

Sebelumnya, Arema juga sudah kehilangan Irsyad Maulana ke Semen Padang, meski hingga kini belum ada hubungan secara resmi dari Kabau Sirah, mengingat kontrak Irsyad berakhir pada Februari.

“Kami belajar banyak dari kehilangan pemain muda ini. Alasannya sama, yaitu mereka ingin bermain di dekat keluarga,” kata Ruddy.

“Mungkin ke depannya, kebijakan perekrutan pemain muda akan lebih banyak mengambil dari sekitar wilayah sendiri, sehingga kalau kangen sama keluarga bisa dekat, dan tidak perlu sampai pindah klub. Kalau begini kan yang memetik hasilnya adalah klub lain,” ujar Ruddy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.