Kompas.com - 19/11/2014, 21:43 WIB
Mantan kiper timnas Inggris, David James. AP PhotoMantan kiper timnas Inggris, David James.
EditorErvan Hardoko
LONDON, KOMPAS.com - Malang betul nasib mantan penjaga gawang timnas Inggris David James. Setelah dinyatakan bangkrut pada Mei lalu, dia kemudian menjual sebuah benda miliknya untuk mendapatkan uang.

James menjual sebagian besar harta bendanya termasuk kaos-kaos klub tempatnya pernah bermain, peralatan DJ dan sebuah sepeda Raleigh Cooper. Sayangnya barang-barang itu terjual dengan harga tak telalu baik.

Saat ini, James masih bekerja sebagai penjaga gawang sekaligus manajer klub Liga Super India Kerala Blasters. Namun, dia terlilit utang yang cukup besar sehingga terpaksa melelang barang-barang miliknya di rumah lelang Kent, Inggris.

Sayangnya, hasil lelang tak terlalu memuaskan. Kaos yang dikenakan James saat mengalahkan Argentina di Puala Dunia 2002 terjual dengan harga lumayan yaitu 672 poundsterling atau hampir Rp 13 juta.

Harga ini terbilang tinggi untuk selembar kaos, namun cukup murah untuk sebuah memorabilia seorang pemain yang pernah memperkuat timnas Inggris dan klub terkenal, Liverpool. Hal lain yang membuat frustrasi adalah kaos penjaga gawang yang dikenakannya saat memperkuat Liverpool pada musim 1995/1996 hanya terjual 160 poundsterling atau Rp 3 juta.

Sementara seragam yang dikenakannya saat membela Portsmouth pada 2008 justru terjual lebih mahal yaitu 480 poundsterling atau Rp 9 juta. Ini berarti kiprah James di Anfield kurang membekas di benak penggemar Liverpool.

Benda milik James yang terjual cukup malah adalah sepeda Raleigh Cooper yang belum pernah digunakan sama sekali. Sepeda itu terjual dengan harga 1.000 poundsterling.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi James ini sangat mengenaskan sebab selama berkarier di lapangan hijau James setidaknya mengumpulkan uang 20 juta poundsterling atau lebih dari Rp 380 miliar hanya dari gaji yang didapat saat memperkuat Liverpool, Manchester City dan West Ham.

Dia juga masih mendapatkan penghasilan jutaan poundsterling dari kegiatan di luar lapangan seperti menjadi bintang iklan beberapa produk pakaian, menjadi komentator sepak bola di televisi dan menulis kolom.

Situasi berubah ketika James bercerai dari istrinya Tanya pada 2005. Perceraian ini membuatnya harus merogoh kocek hingga 3 juta poundsterling ditambah pembagian penghasilan James di masa mendatang.

Semua perkara keuangan yang terkait perceraiannya itulah yang membuat James mengalami masalah finansial yang akhirnya menjeratnya dalam kubangan utang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Eurosport
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.