Kompas.com - 07/11/2014, 10:46 WIB
Logo Indonesia Super League (ISL). Dok.GoogleLogo Indonesia Super League (ISL).
|
EditorTjatur Wiharyo

PALEMBANG, KOMPAS.com -  Persipura Jayapura dan Persib Bandung menjadikan final kompetisi sepak bola Liga Super Indonesia sebagai ajang pembuktian jati diri. Persipura ingin menunjukkan diri sebagai tim solid meski ditinggal pelatih Jacksen F Tiago. Adapun Persib termotivasi menancapkan tonggak sejarah baru sejak berdiri 81 tahun lalu.

Ikon wilayah timur dan barat Indonesia ini akan mempertaruhkan martabat klub di final yang akan berlangsung di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (7/11/2014), pukul 18.30. Gelar juara akan menjadi awal baru bagi kedua klub yang ingin menunjukkan identitas sebagai kekuatan besar sepak bola Indonesia.

Persipura menjalani laga terakhir bersama Jacksen saat dihajar 0-3 oleh Arema Cronus Indonesia pada babak delapan besar di Stadion Kanjuruhan, Malang. Setelah kekalahan itu, mereka dipimpin asisten pelatih Mettu Duaramuri dan Chris Yarangga. Empat laga dibabat habis Persipura dengan menundukkan Arema 2-1, Semen Padang 1-0, Persela Lamongan 4-1, dan Pelita Bandung Raya 2-0.

”Kami sudah menang empat kali dan besok akan berjuang meraih kemenangan kelima di bawah asisten pelatih dan mendapat bintang lima (gelar juara kelima),” ujar Chris, di Palembang, Kamis (6/11/2014).

Bintang lima yang dimaksud Chris adalah gelar juara untuk kelima kalinya setelah mereka merebut trofi juara pada 2005, 2008-2009, 2010-2011, dan 2013. ”Kami harus menang karena hanya gelar juara yang bisa mengangkat kami dalam situasi seperti ini. Beban sangat berat setelah ditinggal pelatih. Jika kami kalah, kami hancur. Ini adalah laga pembuktian bahwa kami tim solid, kuat, dan mampu mandiri mengatasi masalah,” papar mantan gelandang Persipura itu.

Motivasi para pemain Persipura untuk menunjukkan jati diri itulah yang diwaspadai pelatih Persib Djadjang Nurdjaman. Motivasi besar bisa menjadi kekuatan besar untuk mengangkat semangat juang.

”Mereka akan menunjukkan diri, tanpa Jacksen bisa berbuat sesuatu. Motivasi ini yang sangat berbahaya,” ujar Djadjang.

Untuk menghadapinya, mantan pemain sayap Persib itu menyiapkan mental anak-anak asuhnya supaya tidak antiklimaks. Persib dua kali menjalani laga berat melawan Pelita di delapan besar dan Arema di semifinal. Laga melawan Arema bahkan harus berlangsung dengan perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Tiket ke final bisa menjadi senjata makan tuan jika pemain merasa cukup sampai ke final.

”Kami ingin mencapai final, tetapi keluar menjadi juara. Karena itu, kami perlu melakukan sesuatu yang lebih untuk menjadi juara. Kami akan berjuang sekuat tenaga meski lawan berpengalaman dan bermental juara,” Djadjang.
Konsentrasi

Djadjang menilai, enam kekalahan Persib dalam 10 laga terakhir melawan Persipura disebabkan kurangnya konsentrasi. Dari analisis rekaman pertandingan, para pemain Persib sering hilang konsentrasi pada menit-menit akhir babak pertama ataupun kedua. Peluang kecil itu dimanfaatkan oleh Persipura yang memiliki pemain bagus seperti Boaz Solossa.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber KOMPAS
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teknik Dasar Lari Jarak Pendek

Teknik Dasar Lari Jarak Pendek

Sports
Berita Foto: Stadion Gelora Samudra Kuta, Tempat Latihan Timnas Indonesia Selama FIFA Matchday

Berita Foto: Stadion Gelora Samudra Kuta, Tempat Latihan Timnas Indonesia Selama FIFA Matchday

Liga Indonesia
5 Posisi Pemain Bola Basket dan Tugasnya

5 Posisi Pemain Bola Basket dan Tugasnya

Sports
Sama-sama Pernah Ngambek karena Diganti, Ini Beda Sikap Ronaldo dan Messi...

Sama-sama Pernah Ngambek karena Diganti, Ini Beda Sikap Ronaldo dan Messi...

Liga Inggris
3 Agenda Penting Buat PT LIB Tetap Sibuk Selama Jeda FIFA Matchday

3 Agenda Penting Buat PT LIB Tetap Sibuk Selama Jeda FIFA Matchday

Liga Indonesia
Daftar Tim Lolos 16 Besar Piala Afrika: Mo Salah dkk Amankan Tempat, 6 Tiket Tersisa

Daftar Tim Lolos 16 Besar Piala Afrika: Mo Salah dkk Amankan Tempat, 6 Tiket Tersisa

Internasional
Alasan Pelatih Ansan Greeners Ingin Jadikan Asnawi Penyerang: Kasihan Main di Belakang...

Alasan Pelatih Ansan Greeners Ingin Jadikan Asnawi Penyerang: Kasihan Main di Belakang...

Liga Indonesia
Ironi Ronaldo, Uring-uringan Saat Pemain Akademi Man United Senang-senang...

Ironi Ronaldo, Uring-uringan Saat Pemain Akademi Man United Senang-senang...

Liga Inggris
Saran Lee Chong Wei Buat Lee Zii Jia Yakin Keluar dari BAM

Saran Lee Chong Wei Buat Lee Zii Jia Yakin Keluar dari BAM

Badminton
Lee Zii Jia Bakal Kena Sanksi, termasuk Tak Boleh Bermain sebagai Pemain Independen

Lee Zii Jia Bakal Kena Sanksi, termasuk Tak Boleh Bermain sebagai Pemain Independen

Badminton
Daftar Olahragawan Terkaya di Dunia 2022, Ronaldo Masih Kalah dari Messi

Daftar Olahragawan Terkaya di Dunia 2022, Ronaldo Masih Kalah dari Messi

Sports
Indonesia Tanpa Elkan Baggott dalam FIFA Matchday Melawan Timor Leste

Indonesia Tanpa Elkan Baggott dalam FIFA Matchday Melawan Timor Leste

Liga Indonesia
Viktor Axelsen Ikut Komentari Keputusan Lee Zii Jia Keluar dari BAM

Viktor Axelsen Ikut Komentari Keputusan Lee Zii Jia Keluar dari BAM

Badminton
Berapa Gaji Wasit Liga 1 2021-2022?

Berapa Gaji Wasit Liga 1 2021-2022?

Sports
Tekad Asisten Pelatih Tunggal Putra, Benahi Mental Jojo-Ginting

Tekad Asisten Pelatih Tunggal Putra, Benahi Mental Jojo-Ginting

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.