Gaya Tim Howard, Klub Bocah dari New Jersey

Kompas.com - 30/10/2014, 16:42 WIB
Anak-anak dan pelatih sebuah klub sepak bola bocah di New Jersey, AS berdandan ala Tim Howard untuk menunjukkan kekaguman mereka terhadap kiper timnas AS tersebut. TimHowardGK/TwitterAnak-anak dan pelatih sebuah klub sepak bola bocah di New Jersey, AS berdandan ala Tim Howard untuk menunjukkan kekaguman mereka terhadap kiper timnas AS tersebut.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sosok penjaga gawang Everton asal AS Tim Howard ternyata menjadi pujaan sebuah tim sepak bola anak-anak di negeri adikuasa itu.

Janice Cavuto-Malangone, ibu salah satu pemain tim sepak bola dari New Jersey itu, mengunggah foto lucu ke akun Facebook penggemar Tim Howard.

Dalam foto itu terlihat barisan anak-anak yang semuanya memakai janggut lebat dan mengenakan penutup kepala sehingga seolah-olah kepala mereka terlihat gundul.

Tak hanya anak-anak yang berpose lucu para pelatih tim tersebut juga berpose sambil memakai jenggot palsu yang lebat.

Jenggot lebat dan kepala plontos merupakan "trade mark" penjaga gawang yang juga sempat menjadi kiper Manchester United itu.

Ternyata, sang kiper menyukai aksi lucu anak-anak New Jersey itu dan bahkan mengunggah foto mereka ke akun Twitter-nya.

Nama Tim Howard menjadi harum setelah perhelatan Piala Dunia 2014 Brasil. Saat berlaga melawan Belgia di babak 16 besar, kiper berusia 35 tahun itu melakukan 15 penyelamatan selama 90 menit.

Meski akhirnya kalah 1-2 dari Belgia, aksi penyelamatan heroik Tim Howard menjadi rekor baru sepanjang sejarah Piala Dunia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Daily Mail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X