Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/10/2014, 13:25 WIB
Penulis Ary Wibowo
|
EditorAry Wibowo
JAKARTA, KOMPAS.com — Sepak bola Indonesia kembali tercoreng setelah pertandingan Divisi Utama antara PSS Sleman dan PSIS Semarang di Stadion Sasana Krida, Sleman, Minggu (26/10/2014), diwarnai lima gol bunuh diri.

Lima gol bunuh diri itu diciptakan oleh kedua tim. Gol untuk PSS diciptakan oleh pemain-pemain PSIS, yakni Fadly Manan (90) dan Koemadi (90 dan 90+3). Sementara itu, gol PSIS dihasilkan oleh gol bunuh diri pemain PSS, Hermawan (86) dan Agus Setiawan (88).

Dalam video berdurasi 12 menit 39 detik yang diunggah ke YouTube, kedua tim terlihat seperti tidak niat bertanding. Pada menit-menit akhir, para pemain PSS tampak berkumpul dengan hanya memainkan bola di daerah pertahanannya sendiri.

Bahkan, pada sebuah kesempatan (2:07), salah satu pemain PSIS berada di bawah mistar gawang PSS. Namun, bukannya ingin mencetak gol, pemain tersebut justru "menyelamatkan" gawang lawannya dengan mengeblok bola hasil tembakan pemain PSS ke gawangnya sendiri.

Entah apa yang ada di pikirannya, para pemain PSS pun akhirnya dua kali menceploskan bola ke gawangnya sendiri. Lebih parahnya lagi, unggul dua gol justru tidak membuat para pemain PSIS senang.

Mereka lalu "membalas" aksi tersebut dengan "ikut-ikutan" melakukan gol bunuh diri pada saat pertandingan sudah memasuki menit ke-90. Pertandingan sempat dihentikan setelah beberapa pemain PSS tiba-tiba terjatuh tanpa alasan.

Beberapa pergantian pun dilakukan karena para pemain yang terjatuh itu dianggap mengalami cedera. "Kemenangan" PSS akhirnya ditentukan oleh gol bunuh diri pemain PSIS, Koemadi. Namun, anehnya lagi, Koemadi justru sempat terlihat seperti orang melakukan selebrasi seusai mencetak gol tersebut.

Laga tersebut terjadi karena kedua tim dikabarkan tidak mau menang untuk menghindari Borneo FC pada babak semifinal dengan alasan faktor nonteknis yang kental di sana. Borneo FC finis di posisi kedua dengan raihan 10 poin, di bawah Martapura FC.

Sanksi berat
CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, mengaku bahwa pihaknya sudah berkomunkasi dengan Komisi Disiplin PSSI untuk menyelidiki masalah tersebut. Ia mengakui bahwa hasil pertandingan tersebut memang tidak masuk akal, dan telah mencederai fair play dalam dunia sepak bola.

Sementara itu, Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan mengatakan, pihaknya bakal segera memanggil semua pemain yang terlibat dalam gol bunuh diri tersebut, demikian juga dengan tim pelatih, wasit, dan ofisial pertandingan, pada Selasa (28/10/2014). Komdis, kata dia, sudah menyiapkan sanksi berat untuk kasus tersebut.

"Para pemain yang melakukan gol bunuh diri tidak ada ampun. Semua harus minggir dari sepak bola Indonesia," kata Hinca.

Berikut ini video pertandingan PSS Sleman vs PSIS Semarang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber youtube


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+