Kompas.com - 19/10/2014, 18:02 WIB
Kesedihan pemain Tim Nasional Indonesia, Muhammad Fatchu Rochman, Muhammad Sahrul Kurniawan, dan Evan Dimas Darmono (kiri ke kanan) setelah dikalahkan Australia dalam turnamen Piala AFC U-19 di Stadion Thuwunna, Yangon, Minggu (12/10/2014). KOMPAS / HERU SRI KUMOROKesedihan pemain Tim Nasional Indonesia, Muhammad Fatchu Rochman, Muhammad Sahrul Kurniawan, dan Evan Dimas Darmono (kiri ke kanan) setelah dikalahkan Australia dalam turnamen Piala AFC U-19 di Stadion Thuwunna, Yangon, Minggu (12/10/2014).
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan pelatih PSM Makassar yang saat ini menjabat sebagai Penasehat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Rudy Keltjes, mengatakan, Tim Nasional Indonesia U-19 gagal meraih target masuk empat besar pada Piala Asia U-19 2014 karena kurang fokus saat bertanding. Menurut Rudy, staf pelatih dan ofisial sudah berusaha dengan sangat baik namun tidak ditunjang oleh penampilan seluruh pemain.

"Menurut saya, kegagalan kemarin, karena anak-anak tidak tampil dengan fokus dan disiplin. Itu mungkin disebabkan kejenuhan dari persiapan panjang sebelum Piala Asia 2014 digelar," kata Rudy kepada Super Ball, Sabtu (18/10/2014).

Dua hal itu membuat seluruh instruksi dari pelatih berupa strategi yang diberikan saat latihan tidak dijalankan dengan baik saat menjalani laga di Piala Asia 2014 kemarin. Bahkan pemain kerap bermain dengan cara sendiri.

"Kalau soal skill, pemain kita tidak kalah dengan tim lain di Piala Asia 2014. Tim pelatih sudah memberikan instruksi yang benar, tetapi pemain saja yang tidak menjalankannya dengan baik," ucap Rudy.

Rudy juga mengaku prihatin akan sikap Evan Dimas dkk, yang masih bisa tertawa seolah-olah kegagalan itu bukan apa-apa. Menurut Rudy, pemain Timnas U-19, seharusnya sadar bahwa mereka membawa nama bangsa di perhelatan internasional itu dan berusaha keras memenangi setiap pertandingan.

"Seharusnya sebagai pemain yang membawa nama bangsa, kekalahan dijadikan bahan evaluasi. Pemain juga seharusnya menunjukan sikap prihatin dan menjadikan kekalahan itu sebagai bahan perbaikan diri untuk menghadapi laga selanjutnya," tutur Rudy.

"Saya kan pernah main di timnas juga. Seharusnya seluruh pemain tampil habis-habisan dan total. Kalau perlu berdarah-darah demi nama bangsa. Jangan justru mengedepankan kepentingan pribadi," jelas Rudy.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.