Kompas.com - 16/10/2014, 17:35 WIB
Sebagian besar klub biasanya hanya memiliki kostum untuk laga kandang dan tandang. Namun, beberapa klub memiliki kostum ketiga yang jarang digunakan namun dijual dengan harga tinggi untuk para penggemar. Getty/BBCSebagian besar klub biasanya hanya memiliki kostum untuk laga kandang dan tandang. Namun, beberapa klub memiliki kostum ketiga yang jarang digunakan namun dijual dengan harga tinggi untuk para penggemar.
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com — Keberadaan kostum ketiga yang dijual klub-klub sepak bola Inggris tidak ada gunanya dan merupakan contoh bagaimana klub-klub memeras para fans. Demikian kata seorang anggota parlemen Inggris.

Komentar Tim Farron, anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat, mengemuka saat menanggapi kajian BBC bertajuk "Price of Football".

Melalui kajian itu, BBC menganalisis seberapa besar harga yang harus dibayar penonton sepak bola saat menyaksikan tim kesayangannya bertanding dan membeli pernak-pernik, termasuk kostum klub.

"Tiada alasan apa pun untuk membuat kostum ketiga. Barang itu tiada gunanya dan hanya contoh tambahan bagaimana klub-klub sepak bola memeras fans. Bagi sebagian orang, tujuan mereka hanya menghasilkan uang," kata Farron.

Melonjak

Kepada BBC, Dr Peter Rohlmann, yang merupakan seorang analis dari lembaga konsultan PR-Marketing di Jerman, mengatakan, penjualan produk-produk sepak bola buatan Adidas melonjak dari 800 juta euro pada 2003 menjadi 1,765 miliar euro pada 2013.

Untuk tahun ini, Adidas mengaku menargetkan penjualan kostum sepak bola sebanyak 8 juta helai. Jika tercapai, jumlah itu melampaui 6,5 juta kostum, jumlah yang laku pada 2010.

Sekadar catatan, sebuah klub sepak bola diwajibkan memiliki dua kostum berbeda untuk keperluan bertanding di kandang dan tandang. Namun, beberapa klub memiliki kostum ketiga.

Arsenal, misalnya, memiliki kostum ketiga dengan alasan bahwa itu adalah praktik standar dalam industri sepak bola. Lagi pula, klub asal London utara itu melanjutkan, fans punya opsi tambahan jika ingin membeli kostum. "Ini didorong oleh permintaan para pendukung yang signifikan," sebut pernyataan Arsenal.

Keuntungan

Berdasarkan penelusuran BBC, harga kostum yang dipatok setiap klub sepak bola di Inggris beragam. Manchester City dan Manchester United menjual kostum kandang buatan Nike seharga 55 poundsterling atau sekitar Rp 1,07 juta per potong.

Sementara itu, kostum klub Hull City, yang termurah di Liga Primer, mencapai 39,99 poundsterling atau sekitar Rp 783.000 per potong.

Menurut Dr Rohlmann, ongkos produksi kostum ketiga Manchester City yang dijual seharga 55 poundsterling di Inggris itu sejatinya hanya mencapai 8 euro atau sekitar Rp 126.000 per potong.

Dari kajian yang dia lakukan, Dr Rohlmann menemukan bahwa dari kostum senilai 85 euro atau sekitar Rp 1,3 juta, hanya 8,23 euro atau Rp 130.000 yang digunakan untuk harga kain, ongkos menjahit, dan pengiriman.

Setelah dikurangi ongkos pengiriman, pemasaran, dan lisensi, pembuat kostum mendapat untung 16,26 euro atau Rp 255.000 dan 37,43 euro atau Rp 588.000 untuk pengecer.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X