Kompas.com - 24/09/2014, 15:23 WIB
Pemain Persipura Boaz Salossa dalam sesi latihan di lapangan Pertamina, Simprug, Jakarta, Selasa (9/9/2014). Latihan ini merupakan persiapan untuk laga semifinal piala AFC menghadapi klub asal Kuwait, Al-Qadsia, di Al-Sadaqua Walsalam Stadium, Kuwait City, 16 September mendatang. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESPemain Persipura Boaz Salossa dalam sesi latihan di lapangan Pertamina, Simprug, Jakarta, Selasa (9/9/2014). Latihan ini merupakan persiapan untuk laga semifinal piala AFC menghadapi klub asal Kuwait, Al-Qadsia, di Al-Sadaqua Walsalam Stadium, Kuwait City, 16 September mendatang.
|
EditorJosephus Primus

JAYAPURA, Kompas.com – Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago mengaku punya lima cara untuk menumbangkan Al Qadsia saat tim asal Kuwait itu bertandang ke Stadion Mandala Jayapura pada Selasa (30/9/2014).   Meski demikian, Jacksen mengaku Al Qadsia bukanlah lawan yang mudah.

Pada semifinal pertama di kandang Al Qadsia, 17 September 2014, Persipura tunduk 4-2. Al Qadsia adalah pemuncak kedua Piala AFC 2013. Untuk lolos ke partai puncak Piala AFC, Persipura Jayapura harus mengejar ketertinggalan dua gol.

Jacksen sendiri mengaku tetap optmistis timnya bisa lolos ke final Piala AFC pada laga kedua semifinal tersebut. Pasalnya, keberhasilan Persipura menumbangkan juara bertahan Piala AFC 2013, Al Kuwait pada babak perempat final dengan raihan angka yang cukup mencolok, memasukkan 8 gol dan kemasukan 4 gol, menjadi bukti kualitas dari anak-anak Tim Mutiara Hitam.

Jacksen membeberkan di dalam lima cara itu, dirinya secara khusus melatih anak asuhnya meningkatkan mobilitas pemain, baik dengan bola atau pergerakan pemain tanpa bola. “Yang akan kami kembangkan dalam latihan, salah satu, ya itu tadi, mobilitas pemain tanpa bola, seperti saat terciptanya gol pertama dan kedua. Itu akan terus kami kembangkan,” jelas Jacksen.

Untuk pemain penyerang, Jacksen melatih khusus peningkatan ketajaman mencetak gol dan kecepatan di depan gawang. Sementara,  Jacksen melatih pemain bertahan meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan tanpa bola gelandang Al Qadsia. “Yang perlu diperhatikan pemain bertahan adalah munculnya gelandang tanpa bola, menjaga situasi through pass dari lawan, crossing dari sayap, dan wall pass dari striker lawan,” ungkap Jacksen usai memimpin latihan Persipura di Stadion Mandala.

Lebih lanjut, Jacksen berharap skuadnya dapat maksimal mempersiapkan diri sebelum laga kandang. Dengan cara itu, tim membuahkan hasil maksimal. “Sebagai pelatih, saya akan memberikan materi yang terbaik untuk para pemain, dan semoga pemain juga bisa menjalankan dengan kemampuan terbaik. Selain itu kami juga berharap dukungan doa dari penonton,” demikian  Jacksen F Tiago. 


Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X