Kompas.com - 08/09/2014, 20:34 WIB
Presiden FIFA, Sepp Blatter, dalam acara pembagian pot-pot untuk undian grup Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Costa do Sauipe, Bahia, Selasa (3/12/2013). AFP PHOTO / VANDERLEI ALMEIDAPresiden FIFA, Sepp Blatter, dalam acara pembagian pot-pot untuk undian grup Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Costa do Sauipe, Bahia, Selasa (3/12/2013).
Penulis Ary Wibowo
|
EditorAry Wibowo
ZURICH, KOMPAS.com - Presiden FIFA, Joseph "Sepp" Blatter (78), mengonfirmasi, akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden FIFA pada Juni 2015. Ia mengaku masih memiliki misi yang belum tuntas.

Blatter sudah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 1998 setelah menghentikan dominasi pria asal Brasil, Joao Havelande, yang sebelumnya memimpin organisasi tertinggi sepak bola dunia itu selama 24 tahun

Blatter kemudian mengalahkan Issa Hayatou (Presiden konfederasi Afrika/CAF) dari Kamerun pada pemilihan 2002 sebelum memenangkan masa jabatan ketiga di Kongres FIFA lima tahun kemudian.

"Saya akan membuat deklarasi resmi persisnya pada September nanti ketika anggota eksekutif komite berkumpul. Saya akan menginformasikan anggota eksekutif komite. Ya, saya akan siap. Saya akan menjadi kandidat," ujar Blatter.

Anggota Eksekutif Komite FIFA akan melakukan pertemuan di Zurich pada 25 hingga 26 September. Blatter mengaku dalam kesempatan itu dirinya akan memaparkan misi-misinya yang belum tuntas.

"Misi saya belum tuntas. Saya telah memberitahu Kongres FIFA. Ketika saya melakukan kongres terakhir di Sao Paulo, tidak hanya mendapatkan kesan baik, tetapi juga dukungan dari mayoritas anggota yang mengatakan 'tolong jalankan, untuk menjadi presiden kami pada masa depan'," aku Blatter.

Michel Platini, yang kini menjabat sebagai Presiden UEFA, awalnya diperkirakan bakal menjadi calon pesaing Blatter. Namun, Platini beberapa waktu lalu memutuskan untuk tidak mengikuti proses pemilihan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan begitu, satu-satunya pesaing Blatter nanti adalah mantan Deputi Sekretaris Jenderal Fifa, Jerome Champagne. Champagne sempat bekerja sama dengan Blatter pada 2002 dan 2005 sebagai Sekjen FIFA sebelum akhirnya memutuskan hengkang pada 2010.

Sejak keluar dari FIFA, Champagne kemudian bekerja sebagai konsultan sepakbola internasional di negara-negara konflik perang seperti Kosovo, Palestina, Israel dan Siprus.

Isu suap
Di tengah proses pemilihan presiden baru, semasa kepemimpinan Blatter, FIFA memang kerap dikait-kaitkan dengan berbagai rumor tidak sedap, salah satunya isu suap. Salah satu contohnya adalah isu dugaan suap dalam proses pemenangan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.