Kompas.com - 25/08/2014, 15:00 WIB
Pemain Indonesia berselebrasi setelah membobol gawang Korea Selatan pada pertandingan kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu(12/10/2013). Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia U-19 yang akan berlangsung di Myanmar tahun depan, setelah menang dengan skor 3-2. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pemain Indonesia berselebrasi setelah membobol gawang Korea Selatan pada pertandingan kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu(12/10/2013). Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia U-19 yang akan berlangsung di Myanmar tahun depan, setelah menang dengan skor 3-2.
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 23 pemain tim nasional Indonesia U-19 sedang mengikuti ospek sebagai mahasiswa baru di Universitas Yogyakarta (UNY) mulai hari ini, Senin (25/8/2014). Menurut pelatih Indra Sjafri, suasana baru seperti ospek bisa membantu memulihkan mental pasukannya pascameraih hasil kurang memuaskan di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014.

"Butuh waktu (memulihkan mental). Namun, dengan adanya suasana baru ospek di kampus, hal itu salah satu suasana yang membantu," kata Indra kepada Kompas.com.

Dalam turnamen HBT, Garuda Jaya tiga kali menelan kekalahan, sekali meraih hasil imbang, dan sekali memetik kemenangan. Pengalaman buruk itu menjadi pelajaran berharga bagi Timnas U-19. Mereka semakin termotivasi untuk menebus kegagalan itu pada Piala Asia U-19, di Myanmar, 9-23 Oktober 2014.

Sebagai persiapan terakhir, Garuda Jaya akan melakoni pelatnas di Yogyakarta mulai hari ini dan Evan Dimas dan kawan-kawan dijadwalkan menggelar tur di Eropa.

Soal tur ke Eropa, Indra mengatakan,"Masih didiskusikan dengan Badan Tim Nasional (BTN)."

Pada Piala Asia U-19, Indonesia segrup dengan Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab. Jika masuk semifinal, Garuda Muda akan tampil di Piala Dunia U-20 2015 Selandia Baru.

Sepanjang sejarah Piala Asia U-19, Indonesia menjadi runner-up pada 1967 dan 1970 dan semifinalis pada 1960 dan 1962. Pada final 1967, Indonesia kalah dari Israel, sementara pada 1950 kalah dari Burma (Myanmar).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.