Kompas.com - 24/07/2014, 20:19 WIB
Presiden FIFA, Sepp Blatter (kiri), bersama presenter asal Brasil, Fernanda Lima, pada acara undian Piala Dunia 2014 di Costa do Sauipe, Bahia, Brasil, Jumat (6/12/2013). AFP PHOTO / VANDERLEI ALMEIDAPresiden FIFA, Sepp Blatter (kiri), bersama presenter asal Brasil, Fernanda Lima, pada acara undian Piala Dunia 2014 di Costa do Sauipe, Bahia, Brasil, Jumat (6/12/2013).
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani melanjutkan diskusi ihwal Piala Dunia 2022 di Qatar. Tamim membicarakan masalah itu dengan Presiden FIFA Sepp Blatter, tulis AFP  pada Kamis (24/7/2014).

Diskusi itu berpusat pada kesiapan Qatar menjadi tuan rumah perhelatan paling akbar sepak bola empat tahunan tersebut.

Catatan dari laman FIFA menunjukkan bahwa diskusi itu juga mencakup reformasi kondisi pekerja di Qatar. Negeri kaya minyak itu mendapat tekanan dari dunia internasional lantaran perlakuan tak layak terhadap pekerja migran. Kebanyakan pekerja migran di Qatar adalah orang Asia.

"Qatar mengambil tanggung jawab serius untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022,"kata Sepp Blatter.

Konfederasi Serikat Buruh Internasional mencatat pada Juni 2014 ada 4.000 pekerja migran yang menggarap proyek-proyek pembangunan infrastruktur Piala Dunia 2022. Kekurangan fasilitas pengamanan hingga upah tak memadai mengancam para pekerja.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X