Lagi, Pemain Jerman Bunuh Diri karena Depresi

Kompas.com - 22/07/2014, 07:38 WIB
KOMPAS.com — Pemain sepak bola Jerman kembali mengakhiri hidupnya dengan cara yang sangat tragis. Adalah Andreas Biermann yang tewas karena bunuh diri lantaran mengalami depresi berat.

Dilansir dari laman Mirror, Biermann, yang memulai kariernya di Hertha Berlin, mengakhiri hidupnya pada Sabtu (19/7/2014) pagi. Pemain berusia 33 tahun tersebut merasa tertekan setelah berjuang melawan penyakit selama lima tahun terakhir.

Kematiannya dikonfirmasi pada Minggu pagi oleh klub terakhir yang dibelanya, melalui situs resmi mereka. "Pemain senior kami, Andreas Biermann, meninggal akibat depresi setelah memiliki penyakit yang ia tidak bisa atasi. Ia meninggal kemarin pagi. Kami bersimpati kepada keluarga yang ditinggalkan," tulis ofisial klub FSV Kickers Spandauer, klub terakhir yang dibelanya.

Biermann semula mengungkapkan bahwa ia menderita sebuah penyakit. Kematian Robert Enke, pesepak bola Jerman yang meninggal akibat bunuh diri dengan menjatuhkan diri di depan kereta api, memberinya inspirasi.

Andreas Biermann pun pernah mencoba mengakhiri hidupnya pada tiga kesempatan, salah satunya pada Oktober 2009, beberapa bulan setelah ia mengungkapkan bahwa dirinya menderita sebuah penyakit.

"Sayang sekali, benar bahwa Andreas telah bunuh diri. Kami semua kaget dan sangat sedih,” kata Gunter Hagedorn, Managing Director Spandauer Kickers, Minggu (20/7/2014).

Ayah dari dua anak ini dicurigai mengalami depresi berat setelah menderita penyakit yang tak kunjung sembuh, sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Sampai saat ini belum diumumkan oleh pihak berwenang, Bierman meninggal dengan cara apa.

"Dia berjuang untuk melawan penyakitnya dalam waktu yang lama. Namun, dia tak bisa memenangi pertempuran. Kami berdukacita untuk keluarganya," ucap Presiden dari Union Berlin, Dirk Zingle.

Sebelumnya, pada 2009, seorang penjaga gawang, Robert Enke, yang memiliki delapan caps bersama Der Panzer dan tercatat pernah membela klub seperti Barcelona, Bayern Muenchen, dan Hannover 96, bunuh diri. Enke mengalami depresi akibat kematian putrinya.

Ia meninggal dengan cara membiarkan dirinya dihantam kereta ekspres di Hannover.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X