Kompas.com - 17/07/2014, 09:45 WIB
Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, sesaat setelah Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014. Jerman berhasil mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final. Jerman menjadi satu-satunya tim Eropa yang berhasil meraih Piala Dunia di Amerika Selatan. AFP / YASUYOSHI CHIBAStadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, sesaat setelah Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014. Jerman berhasil mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final. Jerman menjadi satu-satunya tim Eropa yang berhasil meraih Piala Dunia di Amerika Selatan.
Penulis Ary Wibowo
|
EditorTjatur Wiharyo
KOMPAS.com - Bagi masyarakat Amerika Latin, kedatangan Christopher Columbus ke Benua Amerika adalah awal kesedihan dan penderitaan. Bagi mereka, tidak ada yang patut disyukuri dari kedatangan admiral asal Italia itu saat menginjakkan kaki di Amerika pada 12 Oktober 1492.

Christopher Columbus pertama kali berlabuh di Bahama. Matanya menatap tajam ke tengah hamparan biru air Laut Karibia. Desiran pasir yang terempas ombak laut, membuatnya yakin bahwa daratan yang awalnya dikira sebagai Kepulauan Kipango, Jepang, itu adalah salah satu surga untuk bangsa Eropa.

Ketika tiba di San Salvador, Columbus  berinteraksi dengan penduduk-penduduk asli Amerika. Buku berjudul Extracts from the Journal of Christopher Columbus, menggambarkan bagaimana ia pertama kali melihat para penduduk asli yang menyambut mereka dengan gembira.

"Mereka tidak membawa senjata. Saya menunjukkan mereka pedang, tetapi mereka terheran-heran. Mereka kemudian memegang sisi pedang yang tajam dan mereka terluka. Mereka tidak memiliki besi. Tombak mereka hanya terbuat dari kayu tebu," demikian Columbus menuliskan pengalamannya itu.

Columbus terpesona dengan keindahan alam Amerika. Namun, ternyata bukan itulah yang dicarinya. Dalam buku hariannya tertanggal 15 Oktober, ia menuliskan, "Saya ingin mencari emas. Saya melihat penduduk asli memakainya pada lengan dan kaki mereka. Dan setelah memastikan potongan-potongan itu sama dengan emas yang saya punya, saya tidak boleh gagal untuk menemukan tempat yang memproduksinya."

Bagi Columbus, dengan emas, orang akan kaya dan siapapun yang mempunyainya akan mampu membuat apa yang diinginkan di dunia. Bahkan dengan emas itu pula jalan menuju kesuksesan bakal terbuka bagi manusia. Karena hal itulah, Columbus akhirnya memiliki tekad untuk mencari emas serta rempah-rempah dengan mengunjungi sejumlah wilayah di Selatan Amerika.

Seiring perjalanannya, Columbus mampu membawa perubahan besar bagi bangsa Eropa. Maklum, pada abad pertengahan, rempah-rempah dan emas adalah kunci untuk membuka gerbang perdagangan merkantilis mereka. Karena itulah ketika Columbus memperkenalkan rute ke Amerika, emas serta rempah-rempah yang terpendam di sepanjang wilayah Amerika dikuras habis-habisan oleh bangsa Eropa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, setali tiga uang, kedatangan Columbus itu juga mengakibarkan hancurnya kebudayaan bangsa Indian yang merupakan penduduk asli Amerika. Setelah pelayaran Columbus, pelayar-pelayar Eropa lainnya berdatangan ke Amerika. Mereka pun menjadikan penduduk asli ibarat budak yang tenaganya terus diperas untuk mencari atau mencuci emas atau permata.

Robert Hume dalam karyanya berjudul Christopher Columbus and the European Discovery of America menuliskan seorang biarawan Dominikan di Pulau Hispaniola bernama Antonio de Montesinos pada 1511 sempat melaporkan bahwa bangsa Eropa telah memperlakukan penduduk asli Amerika secara tidak manusiawi. Akhirnya banyak penduduk asli Amerika yang lebih memilih untuk bunuh diri secara masal ketimbang harus menggali dan mencuci emas setiap hari.

Hari Columbus
Ratusan tahun berlalu dan kini Amerika pun mempunyai peringatan bernama Columbus Day atau Hari Columbus yang diadakan setiap hari Senin kedua pada bulan Oktober. Peringatan itu mengacu kepada perjalanan sejarah ketika Columbus untuk kali pertama mencapai Benua Amerika.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X