Kompas.com - 14/07/2014, 00:33 WIB
Gitaris asal Meksiko, Carlos Augusto Alves Santana atau akrab disapa Carlos Santana, saat tampil pada hari kedua dalam ajang 'Jakarta International Java Jazz Festival 2011', di JI Expo Kemayoran, Sabtu (5/3/2011) malam. Ia terkenal lewat beberapa lagu hitsnya, seperti Black Magic Woman, Maria Maria, dan Corazon Espinado. KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
 KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Gitaris asal Meksiko, Carlos Augusto Alves Santana atau akrab disapa Carlos Santana, saat tampil pada hari kedua dalam ajang 'Jakarta International Java Jazz Festival 2011', di JI Expo Kemayoran, Sabtu (5/3/2011) malam. Ia terkenal lewat beberapa lagu hitsnya, seperti Black Magic Woman, Maria Maria, dan Corazon Espinado. KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
|
EditorTjatur Wiharyo
RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com - Musisi Amerika Latin, Carlos Santana, mengaku ingin Argentina menjuarai Piala Dunia. Meski begitu, ia menilai Piala Dunia kali ini akan menjadi milik Jerman.

"Menurut saya, Jerman akan menang. Saya ingin melihat Argentina menang karena saya tinggal di America, tetapi itu tak akan terjadi. Bukan mustahil, tetapi tak ada kemungkinan itu terjadi. Tidak mustahil karena saya mencintai (penyerang Argentina) Lionel Messi," ujar Santana.

"Namun, saudara-saudara saya orang Jerman - karena kita semua bersaudara - memiliki elemen ekstra berupa visi yang jelas dan konsentrasi. Soal musisi, misalnya, ketika mereka bermain sangat cepat, Anda harus berpikir bermain lebih lambat, tetapi ketika Anda bermain lebih lambat, Anda harus berpikir bermain sangat cepat."

"Mereka (pemain Jerman) mengerti ini. Selain itu, cara mereka bernapas, tidak terpengaruh oleh teror. Ini bukan rasa takut. Ini bukan kelumpuhan atau kekakuan. Seperti perempuan yang memiliki bayi, mereka mengubah cara bernapas dan tenang. Pada ajang seperti Piala Dunia, Anda harus belajar bernapas dengan benar atau Anda akan cepat kelelahan."

"Menurut saya, saudara-saudara saya dari Jerman mengerti hal ini. Ketika saya melihat apa yang mereka lakukan terhadap Brasil (menang 7-1), saya melihat mereka sebagai tim dan mereka tak bergantung pada satu bintang untuk meraih kemenangan. Mereka kolektif. Sangat sulit mengalahkan tim dengan banyak pemain top. Tim itu akan selalu menang," tutur Santana.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber FIFA
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Line Up Indonesia Vs China di Final Piala Thomas 2020, Kejutan Duet Kevin/Daniel

Line Up Indonesia Vs China di Final Piala Thomas 2020, Kejutan Duet Kevin/Daniel

Badminton
Link Live Streaming PSM Vs Bali United, Kick-off 15.15 WIB

Link Live Streaming PSM Vs Bali United, Kick-off 15.15 WIB

Liga Indonesia
Kericuhan Bhayangkara FC dan Persib Bandung Berakhir dengan Damai

Kericuhan Bhayangkara FC dan Persib Bandung Berakhir dengan Damai

Liga Indonesia
Sah Jadi Pelatih Baru, Joko Susilo Bergerak Kembalikan AHHA PS Pati ke Jalur Juara

Sah Jadi Pelatih Baru, Joko Susilo Bergerak Kembalikan AHHA PS Pati ke Jalur Juara

Liga Indonesia
PON XX 2021 Lancar, Apresiasi untuk Menpora dan Papua

PON XX 2021 Lancar, Apresiasi untuk Menpora dan Papua

Sports
4 Hal Menarik Jelang Final Piala Thomas Indonesia Vs China

4 Hal Menarik Jelang Final Piala Thomas Indonesia Vs China

Sports
Dampak Ekshibisi E-sports Usai Perhelatan PON XX Papua 2021

Dampak Ekshibisi E-sports Usai Perhelatan PON XX Papua 2021

Sports
Pandemi Mereda, Daud Yordan Ingin Bertarung Sesering Mungkin

Pandemi Mereda, Daud Yordan Ingin Bertarung Sesering Mungkin

Sports
Perjalanan Indonesia ke Final Piala Thomas 2020: Lewati Grup Neraka, Libas Malaysia, Permalukan Denmark

Perjalanan Indonesia ke Final Piala Thomas 2020: Lewati Grup Neraka, Libas Malaysia, Permalukan Denmark

Badminton
Persija Vs Arema, Manahan Jadi 2 Sisi Koin bagi Macan dan Singo Edan

Persija Vs Arema, Manahan Jadi 2 Sisi Koin bagi Macan dan Singo Edan

Liga Indonesia
Link Live Streaming Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Mulai 18.00 WIB

Link Live Streaming Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Mulai 18.00 WIB

Badminton
Jadwal Siaran Langsung Indonesia Vs China di Final Piala Thomas 2020

Jadwal Siaran Langsung Indonesia Vs China di Final Piala Thomas 2020

Badminton
Paul Munster Ungkap Momen Kunci Laga Bhayangkara FC Vs Persib

Paul Munster Ungkap Momen Kunci Laga Bhayangkara FC Vs Persib

Liga Indonesia
Piala Thomas 2020, Arti Penting Kemenangan atas Denmark bagi Fajar/Rian

Piala Thomas 2020, Arti Penting Kemenangan atas Denmark bagi Fajar/Rian

Badminton
Indonesia Menuju Final Piala Thomas, Cara Unik Coach Herry IP Sebut Pemain Lawan

Indonesia Menuju Final Piala Thomas, Cara Unik Coach Herry IP Sebut Pemain Lawan

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.