Kompas.com - 12/07/2014, 20:33 WIB
Penjaga gawang Jerman Manuel Neuer dan Thomas Mueller beradu mulut dengan pemain Brasil Hulk saat laga semifinal 2014 di Mineirao Stadium, Belo Horizonte, Brasil, 8 Juli 2014. Brasil harus mengakui keunggulan Jerman dengan skor akhir 7-1. AP PHOTO / Martin MeissnerPenjaga gawang Jerman Manuel Neuer dan Thomas Mueller beradu mulut dengan pemain Brasil Hulk saat laga semifinal 2014 di Mineirao Stadium, Belo Horizonte, Brasil, 8 Juli 2014. Brasil harus mengakui keunggulan Jerman dengan skor akhir 7-1.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
KOMPAS.com - Banyak faktor yang menjadi biang kegagalan Brasil di Piala Dunia 2014. Salah satunya adalah daya jelajah yang minim dari para pemain ”Selecao”. Dari statistik yang dirilis FIFA, tak ada satu pun penggawa tim ”Samba” yang masuk 10 besar pemain paling rajin. Ternyata, tim Brasil ”malas” berlari.

Tak berlebihan jika belakangan masyarakat Brasil tidak menyukai Fred dan Hulk. Dalam dua laga terakhir, kedua penyerang tim Samba itu selalu dicemooh akibat penampilan di bawah standar. Selain kurang tajam, mereka kurang berkontribusi membantu pertahanan, terutama saat tim kehilangan bola dan mendapat tekanan lawan.

Daya jelajah kedua pemain tersebut selama Piala Dunia 2014 tergolong yang paling rendah di antara pemain Brasil lain. Dari 471 menit bermain di enam pertandingan, daya jelajah Fred 47,2 kilometer (km). Artinya, ia rata-rata bergerak (bisa berlari atau jalan) 7,8 km per laga.

Sementara daya jelajah Hulk lebih rendah, yakni 7,76 km per pertandingan. Catatan rata-rata per pertandingan itu jauh di bawah striker lain, seperti Arjen Robben (Belanda; 11,5 km), Thomas Mueller (Jerman; 11,4 km), Robin van Persie (Belanda; 10,4 km), dan Gonzalo Higuain (Argentina; 9,2 km).

Padahal, skema permainan 4-3-3 yang dikembangkan pelatih Brasil Luiz Felipe Scolari membutuhkan pergerakan yang dinamis. Pada pola menyerang itu, tiga penyerang bertugas menjadi tembok pertahanan pertama.

”Mereka harus lebih agresif merebut bola dari kaki lawan dan ikut turun ke lini tengah saat tim ditekan lawan. Namun, itu tidak terjadi karena Fred dan Hulk malas berlari,” ungkap mantan penyerang Brasil, Romario.

Pemain Brasil berdaya jelajah paling tinggi adalah Luiz Gustavo. Gelandang jangkar itu di urutan ke-13 dengan rata-rata 10,94 km per laga. Ia berada di atas Oscar (10,1 km) dan Marcelo (9,9 km).

Yang menarik, lima posisi teratas pemain berdaya jelajah tertinggi ditempati pemain Eropa, yakni Wesley Sneijder, Arjen Robben, dan Daley Blind (Belanda), serta Thomas Mueller dan Toni Kroos (Jerman). Mereka rata-rata bergerak lebih dari 11 km per laga.

Itu cukup mengejutkan mengingat faktor cuaca dan kelembaban yang tinggi menjadi kendala bagi para pemain dari Benua Biru Eropa. ”Itu menunjukkan pemain Belanda dan Jerman memiliki etos kerja dan semangat yang tinggi. Brasil, yang memainkan gaya tak jauh berbeda, justru kurang memiliki karakter itu,” kata Romario.

Minimnya daya jelajah itu juga dipengaruhi perubahan gaya bermain pada tim Samba. Tim asuhan Scolari tak lagi memainkan bola dari kaki ke kaki, seperti Brasil pada masa jayanya dulu, tetapi lebih pragmatis. Bola langsung dikirim dari lini belakang ke depan lewat umpan panjang, mirip tim Eropa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Jumlah Pistol Pembuat Salju di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Ini Jumlah Pistol Pembuat Salju di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Salju Buatan, Keunikan di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Salju Buatan, Keunikan di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Hasil dan Klasemen Liga 1, Persija Dekati 5 Besar Usai Bungkam Persita

Hasil dan Klasemen Liga 1, Persija Dekati 5 Besar Usai Bungkam Persita

Liga Indonesia
Ini Bahan Salju Buatan di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Ini Bahan Salju Buatan di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Ikhwal Salju, Ini Uniknya Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Ikhwal Salju, Ini Uniknya Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Penyelenggara Sudah Siapkan Semua Peralatan Pembuat Salju di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Penyelenggara Sudah Siapkan Semua Peralatan Pembuat Salju di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Arsenal Bakal TC di Dubai, Arteta Tetap Coret Aubameyang

Arsenal Bakal TC di Dubai, Arteta Tetap Coret Aubameyang

Liga Inggris
Profil Ilham Rio Fahmi, dari Banjarnegara untuk Persija

Profil Ilham Rio Fahmi, dari Banjarnegara untuk Persija

Sports
Hasil Persita Vs Persija 1-2: Sudirman 'Debut', Macan Kemayoran Putus Tren Buruk

Hasil Persita Vs Persija 1-2: Sudirman "Debut", Macan Kemayoran Putus Tren Buruk

Liga Indonesia
Penyelenggara Siapkan Pistol Pembuat Salju di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Penyelenggara Siapkan Pistol Pembuat Salju di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Apa yang Dimaksud dengan Senam Irama?

Apa yang Dimaksud dengan Senam Irama?

Sports
Ini Jumlah Generator Pembuat Salju di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Ini Jumlah Generator Pembuat Salju di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Indonesia Vs Timor Leste, Tuntutan Evan Dimas agar Skuad Garuda Raih Kemenangan

Indonesia Vs Timor Leste, Tuntutan Evan Dimas agar Skuad Garuda Raih Kemenangan

Liga Indonesia
China Siapkan Salju Buatan untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

China Siapkan Salju Buatan untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Babak Pertama Persita Vs Persija: Gol Indah Ilham Rio Dibalas Taylon, Skor 1-1

Babak Pertama Persita Vs Persija: Gol Indah Ilham Rio Dibalas Taylon, Skor 1-1

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.