Kompas.com - 12/07/2014, 20:24 WIB
Penyerang Manchester United, Robin van Persie (kiri), berbicara dengan pelatih tim nasional Belanda, Louis van Gaal, dalam sesi latihan timnas Belanda, di Lagos, Portugal, 22 Mei 2014. FRANCISCO LEONG / AFPPenyerang Manchester United, Robin van Persie (kiri), berbicara dengan pelatih tim nasional Belanda, Louis van Gaal, dalam sesi latihan timnas Belanda, di Lagos, Portugal, 22 Mei 2014.
Penulis Akhmad Dani
|
EditorAloysius Gonsaga AE
KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Belanda, Louis van Gaal, berubah pikiran mengenai laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2014. Jika sebelumnya dianggap tak terlalu penting, kini Van Gaal termotivasi untuk memenangi laga melawan tuan rumah, Brasil, guna mencatat sebuah sejarah di event ini.

Jika mereka tak terkalahkan, maka tim Oranye ini menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan dalam waktu normal. Ini juga akan menjadi kado manis perpisahan Van Gaal, karena setelah laga tersebut dia langsung mengemban tugas sebagai manajer baru Manchester United.

Belanda akan bertemu Brasil dalam laga di Stadion Nacional, Brasilia, Sabtu (12/7/2014) waktu setempat atau Minggu (13/7) dini hari WIB. Belanda kalah 2-4 dalam adu penalti melawan Argentina di semifinal, sedangkan Brasil dibantai Jerman 1-7.

"Kami sadar bahwa ada sesuatu yang harus kami pertahankan. Kami dapat pulang dengan status tim Belanda yang tak pernah terkalahkan (dalam waktu normal). Itu harus menjadi target berikut," ujar Van Gaal.

Senada dengan sang pelatih, penyerang Dirk Kuyt mengungkapkan bahwa perebutan tempat ketiga tentu sangat penting bagi mereka. "Kekalahan di semifinal menyakitkan, tapi itu adalah bagian dari olahraga. Peringkat ketiga tentu lebih bagus daripada keempat. Itu akan membantu kami naik pesawat dengan perasaan jauh lebih baik," tambah mantan penyerang Liverpool itu.

Skuad Der Oranje memang menjadi tim yang belum terkalahkan pada waktu normal di Piala Dunia kali ini. Sejak babak penyisihan grup, tim yang kerab dijuluki juara tanpa mahkota ini telah bermain sebanyak enam kali dengan dua kali melalui adu tendangan penalti.
 
"Saya kini fokus untuk menemukan cara mengalahkan Brasil. Dengan cara itu kami akan menulis sejarah, sebagai tim tak terkalahkan pada tujuh pertandingan berturut-turut," pungkas pelatih 62 tahun itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.