Van Gaal: Lebih Baik Kalah 1-7 ketimbang Adu Penalti

Kompas.com - 12/07/2014, 09:55 WIB
Pelatih tim nasional Belanda, Louis van Gaal, dalam konferensi pers, di Arena Corinthians, Sao Paulo, 8 Juli 2014. DAMIEN MEYER / AFPPelatih tim nasional Belanda, Louis van Gaal, dalam konferensi pers, di Arena Corinthians, Sao Paulo, 8 Juli 2014.
Penulis Ary Wibowo
|
EditorTjatur Wiharyo
BELO HORIZONTE, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Belanda, Louis van Gaal, masih menyimpan kekecewaan atas kekalahan dari Argentina pada semifinal Piala Dunia. Menurutnya, lebih baik kalah dengan skor telak ketimbang harus melalui adu penalti.

Belanda tersingkir setelah takluk 2-4 lewat babak adu penalti dari Argentina pada semifinal, Rabu (9/7/2014). Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga 120 menit.

"Tim ini sangat bersedih. Mimpi telah patah dan itu tidak akan kembali lagi. Tujuan kami adalah untuk menjadi nomor satu. Kami merasa sangat malang. Kalah dengan cara seperti itu sangat buruk," ujar Van Gaal.

"Lebih baik kalah 1-7, karena setidaknya Anda benar-benar kalah di pertandingan itu. Kami tidak kalah, kami kalah melalui adu penalti, di mana itu menyedihkan," tambahnya.

Meski begitu, Van Gaal tetap berharap Belanda mampu tampil lebih baik lagi pada turnamen Internasional mendatang. Menurutnya, kegagalan Belanda di Brasil harus dijadikan pelajaran berharga.

"Itu harus menjadi tujuan utama kami selanjutnya. Kami harus mengakhiri turnamen dengan tidak terkalahkan," kata Van Gaal.

"Saya kecewa. Kami ke sini dengan satu tujuan dan dengan kepercayaan diri mampu melakukannya, dan kami mampu menunjukkannya bahwa kami mampu. Kami tahu kami bukan tim dengan kualitas tinggi, tetapi kami tahu kami sulit untuk dikalahkan. Saya mengatakan sebelum turnamen dimulai. Tidak mencapai final adalah sangat memalukan," tuturnya.



Sumber Marca
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X