Kompas.com - 11/07/2014, 22:55 WIB
Penyerang Belanda, Arjen Robben (depan), gagal melakukan tembakan untuk mencetak gol ke gawang Argentina karena dihalau gelandang Argentina, Javier Mascherano, dalam laga semifinal Piala Dunia 2014 di Corinthians Arena di Sao Paulo, 9 Juli 2014. Argentina menang 4-2 lewat adu penalti setelah laga selama 120 menit berakhir tanpa gol. AFP/DAMIEN MEYERPenyerang Belanda, Arjen Robben (depan), gagal melakukan tembakan untuk mencetak gol ke gawang Argentina karena dihalau gelandang Argentina, Javier Mascherano, dalam laga semifinal Piala Dunia 2014 di Corinthians Arena di Sao Paulo, 9 Juli 2014. Argentina menang 4-2 lewat adu penalti setelah laga selama 120 menit berakhir tanpa gol.
Penulis Akhmad Dani
|
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com - Javier Mascherano dinilai tampil cemerlang saat Argentina bermain imbang melawan Belanda di semifinal Piala Dunia 2014, Rabu (9/7/2014). Pemain berposisi gelandang ini dianggap berhasil mematikan pergerakan pemain sayap Belanda, Arjen Robben, sehingga serangan Belanda menjadi minim.

Mascherano yang dimintai komentar mengenai aksinya mengawal pergerakan Robben yang kerap menjadi motor serangan Der Oranje itu pun memberikan pernyataan konyol. Menurutnya salah satu momen tekel yang dilakukannya saat menggagalkan peluang emas winger Bayern Muenchen tersebut hampir saja membuat bagian pantatnya robek.

"Saya berpikir saya dapat melakukannya... Tetapi pantat saya rasanya seperti robek usai melakukan tackling tersebut. Rasa sakitnya sungguh luar biasa," kata Mascherano yang disambut gelak tawa reporter selepas pertandingan.

Tekel yang dimaksud adalah saat permainan memasuki babak perpanjangan waktu, ketika Robben tinggal berhadapan dengan kiper Argentina, Sergio Romero. Tetapi secara tak terduga Mascherano dari belakang menjulurkan kaki dan mampu melakukan tekel bersih untuk mengeblok tendangan tersebut.

"Saya tahu orang-orang di rumah akan bahagia setelah dua generasi tidak melihat kami di final Piala Dunia. Apa yang saya lakukan adalah suatu hal yang pasti juga akan dilakukan pemain lainnya. Untuk berada di final," tambahnya

Tim Tango harus menyelesaikan pertandingan melawan Belanda hingga babak adu penalti setelah tak ada gol selama 120 menit. Mereka menang 4-2 dan berhasil melaju ke final Piala Dunia setelah final terakhir mereka 24 tahun yang lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.