Kompas.com - 10/07/2014, 20:20 WIB
Penjaga gawang Jerman Manuel Neuer dan Thomas Mueller beradu mulut dengan pemain Brasil Hulk saat laga semifinal 2014 di Mineirao Stadium, Belo Horizonte, Brasil, 8 Juli 2014. Brasil harus mengakui keunggulan Jerman dengan skor akhir 7-1. AP PHOTO / Martin MeissnerPenjaga gawang Jerman Manuel Neuer dan Thomas Mueller beradu mulut dengan pemain Brasil Hulk saat laga semifinal 2014 di Mineirao Stadium, Belo Horizonte, Brasil, 8 Juli 2014. Brasil harus mengakui keunggulan Jerman dengan skor akhir 7-1.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
RIO DE JANEIRO, Kompas.com - Usai mencatat kemenangan paling sensasional di Piala Dunia 2014, Timnas Jerman malah diselimuti ketegangan. Jerman akan diunggulkan pada laga final melawan Argentina, menyusul kemenangan 7-1 atas Brasil di semifinal lalu.

Skuad asukan Joachim Loew ini menghancurkan tuan rumah, dengan tujuh gol yang dicetak  Thomas Mueller, Toni Kroos (dua gol), Miroslav Klose, Sami Khedira dan Andre Schurrle (dua gol). Sedangkan Argentina melaju ke babak pamungkas, setelah mengalahkan Belanda melalui babak adu penalti.

Melihat hasil di semifinal, wajar bila Die Mannschaft (julukan Jerman) terpilih sebagai favorit. Tapi, kiper Manuel Neuer mengakui dia dan rekan satu timnya merasa berat dengan status unggulan tersebut.

"Sebelum pertandingan, itu seperti apa yang sudah pernah kami lewati sebelumnya, jelas ada rasa sedikit tegang dan gugup," kata Manuel Neuer dalam sebuah wawancara, seperti dilansir Goal, Kamis (10/7/2014).

"Kami dapat merencanakan bagaimana akan bermain, tapi apa yang terjadi di lapangan tidak dapat diprediksi. Ini lebih tegang karena kami menang di semifinal melawan tuan rumah dan mencetak sejarah. Semua pemain sangat ingin berada di lapangan dan mencoba melakukan yang terbaik," lanjut kiper milik Bayern Muenchen ini.

Neuer mengakui timnya tampil trengginas kala menghancurkan tuan rumah. Bahkan, diakui ada rasa kepuasan bisa mencetak banyak gol ke gawang Brasil. "Ada rasa puas. Tapi, sayang saya harus kebobolan satu gol di menit akhir, meski sudah unggul besar sejak babak pertama," tutup Neuer.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Podium Juara Piala Thomas 2020, Menpora Minta Maaf

Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Podium Juara Piala Thomas 2020, Menpora Minta Maaf

Badminton
Permintaan Maaf dan Penjelasan LADI kepada Seluruh Rakyat Indonesia

Permintaan Maaf dan Penjelasan LADI kepada Seluruh Rakyat Indonesia

Badminton
Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, LADI Diminta Selesaikan Tanggung Jawab dengan WADA

Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, LADI Diminta Selesaikan Tanggung Jawab dengan WADA

Badminton
Catatan Skor Indonesia Saat Juara Piala Thomas, Akrab dengan Kemenangan Telak

Catatan Skor Indonesia Saat Juara Piala Thomas, Akrab dengan Kemenangan Telak

Sports
Jadwal Liga 2 2021-2022

Jadwal Liga 2 2021-2022

Sports
Rasa Syukur Fajar Alfian Bantu Indonesia Juara Piala Thomas

Rasa Syukur Fajar Alfian Bantu Indonesia Juara Piala Thomas

Badminton
Marko Simic Melempem Lawan Arema FC, Angelo Alessio Pasang Badan

Marko Simic Melempem Lawan Arema FC, Angelo Alessio Pasang Badan

Liga Indonesia
Equestrian Solidarity Challenge, Upaya Kembangkan Olahraga Berkuda Indonesia

Equestrian Solidarity Challenge, Upaya Kembangkan Olahraga Berkuda Indonesia

Sports
Messi Bisa seperti Zidane, Kehilangan Ballon d’Or karena Kasari Lawan

Messi Bisa seperti Zidane, Kehilangan Ballon d’Or karena Kasari Lawan

Liga Lain
Sesal Merah Putih Tak Berkibar karena Sanksi WADA, Salut Indonesia Fokus Juara Piala Thomas

Sesal Merah Putih Tak Berkibar karena Sanksi WADA, Salut Indonesia Fokus Juara Piala Thomas

Badminton
Beri Sanksi yang Membuat Merah Putih Tak Bisa Berkibar di Piala Thomas, Apa Itu WADA?

Beri Sanksi yang Membuat Merah Putih Tak Bisa Berkibar di Piala Thomas, Apa Itu WADA?

Sports
Kalahkan Persija, Arema FC Patahkan 2 'Kutukan' Sekaligus

Kalahkan Persija, Arema FC Patahkan 2 "Kutukan" Sekaligus

Liga Indonesia
Juara Piala Thomas, Pencapaian Terbesar Jonatan Melebihi Asian Games

Juara Piala Thomas, Pencapaian Terbesar Jonatan Melebihi Asian Games

Badminton
Perjuangan Indonesia Berlanjut, Siap Tempur Denmark Open Usai Thomas-Uber

Perjuangan Indonesia Berlanjut, Siap Tempur Denmark Open Usai Thomas-Uber

Badminton
Agar Klub Tak Rugi dan Liga 1 Jalan Terus, Suporter PSS Diminta Tahan Diri

Agar Klub Tak Rugi dan Liga 1 Jalan Terus, Suporter PSS Diminta Tahan Diri

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.