Kompas.com - 10/07/2014, 19:09 WIB
Kiper Argentina, Sergio Romero, mengantisipasi tembakan bek Belanda Ron Vlaar, pada babak adu penalti, semifinal Piala Dunia, di Arena Corinthians, Sao Paulo, Rabu (9/7/2014). CHRISTOPHE SIMON / POOL / AFPKiper Argentina, Sergio Romero, mengantisipasi tembakan bek Belanda Ron Vlaar, pada babak adu penalti, semifinal Piala Dunia, di Arena Corinthians, Sao Paulo, Rabu (9/7/2014).
|
EditorAloysius Gonsaga AE
SAO PAOLO, Kompas.com - Laju Belanda harus terhenti di semifinal Piala Dunia 2014, setelah kalah dari Argentina di babak adu penalti. Pelatih Louis van Gaal mengungkapkan, ada dua pemain yang menolak ditugaskan sebagai eksekutor pertama saat tos-tosan.

Eksekutor pertama akhirnya ditugaskan kepada Ron Vlaar, dan benar saja tendangan pemain milik Aston Villa tersebut bisa dimentahkan kiper Argentina Sergio Romero. Arjen Robben sebagai eksekutor kedua sukses menjalankan tugas, tapi Wesley Sneijder malah gagal. Terakhir Dirk Kuyt mampu memberikan asa, tapi eksekutor terakhir Argentina Maxi Rodriguez sukses melakukan tugasnya.

Louis van Gaal memang sedikit mengalami dilema pada laga yang dimainkan di Arena de Sao Paulo itu. Pada adu penalti sebelumnya melawan Kosta Rika di perempat final, Van Gaal memasukan Tim Krul menggantikan kiper utama Jesper Cillessen. Hasilnya, Krul tampil menawan dengan mementahkan dua tendangan pemain Kosta Rika.

Namun melawan Argentina, Van Gaal sudah kehabisan jatah melakukan pergantian pemain, setelah menarik Robin van Persie yang cedera dan memasukan Klaas Jan Huntelaar. Van Persie juga biasanya bertugas menjadi eksekutor pertama di babak adu penalti.

"Saya bertanya pada diri sendiri siapa yang siap menjadi eksekutor. Kami melewati adu penalti melawan Kosta Rika. Masalahnya, kami harus mencetak gol dari penalti pertama. Saya menunjuk dua pemain, tapi mereka menolak dan pilihan saya jatuh kepada Vlaar," jelas Van Gaal seperti dilansir Mirror, Kamis (10/7/2014).

Vlaar memang gagal menunaikan tugasnya, tapi Van Gaal tidak menyalahkan Vlaar. "Vlaar diyakini karena dia adalah salah satu pemain terbaik di lapangan. Tapi, ketika ada tekanan, ternyata tidak mudah untuk mencetak gol,'' lanjut pelatih yang bakal menangani Manchester United ini.

Ini adalah semifinal pertama dalam sejarah Piala Dunia, yang berujung tanpa gol selama 120 menit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.