Kompas.com - 05/07/2014, 17:30 WIB
Kombinasi foto yang dibikin pada 3 Juli 2014 yang memperlihatkan pelatih Kosta Rika asal Kolombia, Jorge Luis Pinto (kiri) pada 29 Juni di Recife dan pelatih Belanda, Louis van Gaal, pada 30 Juni 2014 di Rio de Janeiro. AFP/ARIS MESSINIS -YASUYOSHI CHIBAKombinasi foto yang dibikin pada 3 Juli 2014 yang memperlihatkan pelatih Kosta Rika asal Kolombia, Jorge Luis Pinto (kiri) pada 29 Juni di Recife dan pelatih Belanda, Louis van Gaal, pada 30 Juni 2014 di Rio de Janeiro.
EditorAloysius Gonsaga AE
KOMPAS.com- Hanya beberapa pelatih yang bisa mencapai prestasi tinggi dalam kariernya. Lebih sedikit lagi pelatih yang bisa sukses seperti Louis van Gaal. Pelatih berusia 62 tahun ini telah memenangi gelar di Liga Jerman, Spanyol, Belanda, serta Liga Champions dan Piala UEFA.

Satu ambisi yang masih tersisa buat Van Gaal adalah membawa Belanda menjuarai Piala Dunia 2014. Van Gaal hanya butuh tiga langkah lagi untuk memberi gelar buat tim ”Oranye”. Tiga langkah yang tidak akan berjalan dengan mudah.

Kosta Rika menjadi langkah pertama yang harus dilewati Belanda di babak perempat final. Tim asal Amerika Tengah ini tidak bisa dipandang remeh karena sanggup menumbangkan tim besar, seperti Uruguay, Italia, dan Yunani. Kosta Rika juga membuat Inggris angkat koper tanpa kemenangan.

Seperti halnya Belanda yang memiliki Van Gaal, Kosta Rika punya sosok pelatih yang berkarakter kuat, penuh karisma, dan lihai memotivasi pemain. Dialah Jorge Luis Pinto yang kini berusia 61 tahun. Ia telah membuat sejarah dengan membawa Kosta Rika untuk kali pertama menembus babak perempat final.

Pertarungan Belanda dan Kosta Rika yang akan berlangsung di Stadion Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, Minggu (6/7/2014) WIB, bukan cuma pertarungan 22 pemain di lapangan. Laga ini akan menjadi duel adu jitu dua pelatih kawakan.

Yang menarik, Van Gaal dan Pinto sedang menikmati pola permainan yang hampir sama, yakni 5-3-2 dengan variasi perubahan 5-4-1 atau 5-3-2. Keduanya juga memainkan strategi memperkuat barisan pertahanan sebelum melancarkan serangan cepat lewat empat pemain gelandangnya.

Van Gaal sebenarnya terbiasa memainkan pola 4-3-3. Namun, selama Piala Dunia 2014, dia membuat perubahan yang disesuaikan dengan strategi yang dipakai lawan. Saat mengalahkan Meksiko 2-1 di babak perdelapan final, Van Gaal membuat tiga kali perubahan strategi dan taktik. Ini setidaknya bisa dilihat dari pergerakan Dirk Kuyt yang berpindah-pindah dari posisi bek kiri, kemudian menjadi gelandang kiri dan pindah lagi menjadi gelandang kanan.

Absennya Nigel de Jong akan menjadi pekerjaan rumah buat Van Gaal. Dia perlu pemain yang bisa menyergap pemain tengah Kosta Rika untuk memotong aliran bola. Alternatifnya adalah menempatkan Kuyt di bek kiri. Sementara Daley Blind digeser ke tengah berduet dengan Georginio Wijnaldum. Keduanya berada di depan Martins Indi, Ron Vlaar, dan Stefan de Vrij. Sementara itu, bek kanan diisi Daryl Jamaat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kosta Rika bukan tanpa masalah. Pinto harus kehilangan Oscar Duarte yang mendapat akumulasi dua kartu kuning. Hilangnya Duarte merupakan kerugian besar buat Pinto. Sebagai gantinya, Pinto bisa memainkan debutan Jhonny Acosta.

Kedua pelatih sama-sama lihai dalam memotivasi pemain. Van Gaal punya segala cara untuk membuat pemain muda tampil percaya diri, seperti yang dia lakukan terhadap Xavi dan Andres Iniesta saat ia di Barcelona. Sementara Pinto bisa membawa Kosta Rika sejauh ini karena ucapannya tertanam di setiap pemain. ”Kita harus realistis, tetapi kita boleh bermimpi apa pun,” ujarnya. (BBC/AFP/OTW)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar 4 Besar dan Jadwal Semifinal Sepak Bola Olimpiade Tokyo 2020

Daftar 4 Besar dan Jadwal Semifinal Sepak Bola Olimpiade Tokyo 2020

Internasional
Hasil AC Monza vs Juventus, Bianconeri Juara Trofeo Berlusconi

Hasil AC Monza vs Juventus, Bianconeri Juara Trofeo Berlusconi

Liga Italia
Persib Berharap Segera Mendapat Izin Menggelar Latihan Tim

Persib Berharap Segera Mendapat Izin Menggelar Latihan Tim

Liga Indonesia
Link Live Streaming Olimpiade Tokyo, Misi Anthony Ginting ke Final

Link Live Streaming Olimpiade Tokyo, Misi Anthony Ginting ke Final

Badminton
Gagal Total di Olimpiade Tokyo 2020, Djokovic Terpukul dan Minta Maaf

Gagal Total di Olimpiade Tokyo 2020, Djokovic Terpukul dan Minta Maaf

Sports
Hak Terpenuhi, Para Pemain Persebaya Tetap Latihan di Tengah Libur Kompetisi

Hak Terpenuhi, Para Pemain Persebaya Tetap Latihan di Tengah Libur Kompetisi

Liga Indonesia
Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - China Kokoh di Puncak, Indonesia Pastikan Tambah Medali

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - China Kokoh di Puncak, Indonesia Pastikan Tambah Medali

Sports
Legenda Indonesia Soroti Mental Marcus/Kevin di Olimpiade Tokyo 2020

Legenda Indonesia Soroti Mental Marcus/Kevin di Olimpiade Tokyo 2020

Badminton
Rexy Mainaky: Ahsan/Hendra Unggul Pengalaman di Olimpiade, tetapi...

Rexy Mainaky: Ahsan/Hendra Unggul Pengalaman di Olimpiade, tetapi...

Badminton
Semifinal Badminton Olimpiade Tokyo, Keunggulan Chen Long yang Wajib Diwaspadai Ginting

Semifinal Badminton Olimpiade Tokyo, Keunggulan Chen Long yang Wajib Diwaspadai Ginting

Badminton
Hasil Pramusim: AC Milan Imbang, Napoli Libas FC Bayern

Hasil Pramusim: AC Milan Imbang, Napoli Libas FC Bayern

Liga Italia
Jadwal Badminton Olimpiade Tokyo, Anthony Ginting Memburu Tiket Final

Jadwal Badminton Olimpiade Tokyo, Anthony Ginting Memburu Tiket Final

Badminton
Hasil Pramusim Barcelona: Sikat Stuttgart, Memphis Depay Bintang Utama

Hasil Pramusim Barcelona: Sikat Stuttgart, Memphis Depay Bintang Utama

Liga Spanyol
Klasemen Medali Olimpiade Tokyo: China Teratas, Indonesia Posisi ke-53

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo: China Teratas, Indonesia Posisi ke-53

Sports
Tersingkir di Olimpiade Tokyo 2020, Zohri Bertekad Kejar Prestasi di Paris 2024

Tersingkir di Olimpiade Tokyo 2020, Zohri Bertekad Kejar Prestasi di Paris 2024

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X