Kompas.com - 05/07/2014, 08:07 WIB
Penyerang Brasil, Neymar, terkapar setelah berbenturan dengan bek Kolombia, Juan Camilo Zuniga, pada laga perempat final Piala Dunia, di Estadio Castelao, Fortaleza, Jumat (4/7/2014). Menurut dokter tim Brasil, Rodrigo Lasmar, Neymar mengalami cedera retak pada tulang belakang sehingga tak bisa diharapkan tampil di Piala Dunia. FABRIZIO BENSCH / POOL / AFPPenyerang Brasil, Neymar, terkapar setelah berbenturan dengan bek Kolombia, Juan Camilo Zuniga, pada laga perempat final Piala Dunia, di Estadio Castelao, Fortaleza, Jumat (4/7/2014). Menurut dokter tim Brasil, Rodrigo Lasmar, Neymar mengalami cedera retak pada tulang belakang sehingga tak bisa diharapkan tampil di Piala Dunia.
EditorTjahjo Sasongko

FORTALEZA, KOMPAS.com — Pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari, menuduh lawan-lawan timnya telah memperlakukan bintang mereka, Neymar, tak ubahnya binatang buruan.

Scolari mengungkapkan kemarahan ini setelah Neymar harus absen karena cedera yang dialaminya saat Brasil menyingkirkan Kolombia pada babak perempat final Piala Dunia di Fortaleza, Jumat (Sabtu WIB). Neymar mengalami cedera karena diterjang pemain Kolombia, Juan Camilo Zuniga.

Pemeriksaan rumah sakit menunjukkan, Neymar mengalami cedera retak tulang belakang dan tidak mungkin memperkuat timnas Brasil hingga Piala Dunia usai.

"Saya katakan, selama tiga pertandingan awal, Neymar selalu diburu. Namun, semua negara peserta membantah hal ini dan mengatakan bahwa itu hanya dilakukan oleh para pemain mereka," kata Scolari.

Scolari juga menganggap para wasit bertindak berat sebelah terhadap kekasaran yang diterima pemainnya. "Tidak pernah ada kartu kuning, sementara Thiago (Silva) mendapat kartu kuning walau tidak melakukan kesalahan apa pun."

Neymar, yang dianggap sebagai kunci permainan tim Brasil, memperoleh apa yang pernah dialami Pele pada Piala Dunia 1966. Ketika itu, para pemain negara lawan menjalankan instruksi untuk mematikan Pele dengan cara apa pun. Hasilnya, Pele cedera dan Brasil tersingkir pada babak penyisihan grup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banding Ditolak, Novak Djokovic Batal Mentas di Australia Open

Banding Ditolak, Novak Djokovic Batal Mentas di Australia Open

Sports
Profil Gaston Romero, Eks Asisten Diego Maradona yang Jadi Pelatih Kiper Baru Borneo FC

Profil Gaston Romero, Eks Asisten Diego Maradona yang Jadi Pelatih Kiper Baru Borneo FC

Sports
Liga 1 Edisi Bali Disambut Baik, UMKM Ketiban Berkah

Liga 1 Edisi Bali Disambut Baik, UMKM Ketiban Berkah

Liga Indonesia
Mengapa Servis Panjang pada Bulu Tangkis Sering Digunakan dalam Permainan Tunggal?

Mengapa Servis Panjang pada Bulu Tangkis Sering Digunakan dalam Permainan Tunggal?

Sports
Dekati Pelatih Asal Korea Selatan, Malaysia Mau Jiplak Indonesia?

Dekati Pelatih Asal Korea Selatan, Malaysia Mau Jiplak Indonesia?

Liga Indonesia
Kata Penantang Ahsan/Hendra Jelang Final India Open 2022

Kata Penantang Ahsan/Hendra Jelang Final India Open 2022

Badminton
Fakta, Bruno Fernandes adalah 'Korban' Cristiano Ronaldo di Man United

Fakta, Bruno Fernandes adalah "Korban" Cristiano Ronaldo di Man United

Liga Inggris
Link Live Streaming Final India Open, Ahsan/Hendra Lawan Wakil Tuan Rumah

Link Live Streaming Final India Open, Ahsan/Hendra Lawan Wakil Tuan Rumah

Badminton
Perjalanan Ahsan/Hendra ke Final India Open, Tak Biarkan Lawan Bernapas

Perjalanan Ahsan/Hendra ke Final India Open, Tak Biarkan Lawan Bernapas

Badminton
Berseragam Chelsea, Lukaku seperti Hidup di Zaman Man United

Berseragam Chelsea, Lukaku seperti Hidup di Zaman Man United

Liga Inggris
Bruno Fernandes Ungkap Alasan Dekati Wasit Usai Laga Aston Villa Vs Man United

Bruno Fernandes Ungkap Alasan Dekati Wasit Usai Laga Aston Villa Vs Man United

Liga Inggris
De Ligt: Juventus Merindukan Cristiano Ronaldo...

De Ligt: Juventus Merindukan Cristiano Ronaldo...

Liga Italia
Legenda Timnas Mesir Ungkap Match Fixing di Piala Afrika, Libatkan Samuel Eto'o

Legenda Timnas Mesir Ungkap Match Fixing di Piala Afrika, Libatkan Samuel Eto'o

Internasional
Jadwal Final Piala Super Spanyol, Real Madrid Ditantang Athletic Bilbao

Jadwal Final Piala Super Spanyol, Real Madrid Ditantang Athletic Bilbao

Liga Spanyol
Ronaldo Harus Ubah Pola Pikir, Man United Tak Boleh Cuma Finis di 3 Besar

Ronaldo Harus Ubah Pola Pikir, Man United Tak Boleh Cuma Finis di 3 Besar

Liga Inggris
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.