Kompas.com - 23/06/2014, 12:14 WIB
Salah satu ekspresi pelatih tim nasional Jerman, Juergen Klinsmann, pada pertandingan kedua Grup G Piala Dunia melawan Portugal, di Arena Amazonia, Manaus, 22 Juni 2014. ODD ANDERSEN / AFPSalah satu ekspresi pelatih tim nasional Jerman, Juergen Klinsmann, pada pertandingan kedua Grup G Piala Dunia melawan Portugal, di Arena Amazonia, Manaus, 22 Juni 2014.
|
EditorTjatur Wiharyo
MANAUS, KOMPAS.com - Pada Piala Eropa 2008, Guus Hiddink sukses "mengkhianati" negara asalnya, Belanda. Dengan Rusia sebagai "kendaraannya", Si Raja Midas mengalahkan yuniornya, Marco van Basten, dalam perebutan tiket semifinal.

Situasi yang dialami Hiddink enam tahun lalu itu kini dihadapi pelatih tim nasional Amerika Serikat, Juergen Klinsmann, di Grup G Piala Dunia. Untuk masuk 16 besar, AS tak boleh kalah dari negara asal Klinsmann, Jerman, pada laga terakhir Grup G, di Arena Pernambucao, Recife, 26 Juni 2014.

AS dan Jerman berada di Grup G bersama dengan Ghana dan Portugal. Semua tim sama-sama menyisaan satu pertandingan.

AS berada di peringkat kedua dengan nilai empat, sama dengan Jerman di puncak klasemen. Jerman berada di peringkat pertama karena unggul selisih gol, yaitu 6-2 gol berbanding 4-3 gol.

Tempat ketiga dihuni Ghana dengan nilai satu dan rekor memasukkan-kemasukan 3-4 gol. Adapun tempat keempat dihuni Portugal dengan nilai satu dan rekor memasukkan-kemasukan 2-6 gol.

Dengan begitu, AS hanya membutuhkan hasil imbang dengan Jerman untuk masuk 16 besar. Namun, Klinsmann tahu, merupakan kesalahan jika AS melawan Jerman dengan sikap dan semangat mengejar hasil imbang saja.

AS sebetulnya berpeluang menghindari situasi sulit itu pada matchday kedua Grup G melawan Portugal, di Arena Amazonia, 22 Juni 2012. Sempat tertinggal akibat gol Nani pada menit kelima, AS berbalik unggul 2-1 berkat gol Jermaine Jones (64') dan Clint Dempsey (81).

Keunggulan itu hilang ketika laga menyisakan waktu sekitar dua menit (90+3) akibat gol Varela. Ia menaklukkan Tim Howard dengan sundulan, memanfaatan umpan silang Cristiano Ronaldo, dari sektor kiri pertahanan AS.

Menurut Klismann, anak-anak didiknya sudah bermain habis-habisan untuk meraih kemenangan pada laga itu. Namun, karena hasil akhir tidak sesuai harapan, Klinsmann menyatakan bahwa anak-anak didiknya akan berusaha mengangkat diri sendiri untuk menghadapi laga pamungkas, melawan spesialis turnamen, Der Panzer.

"Jelas, gol pada menit terakhir adalah suatu ketidakberuntungan, tetapi para pemain saya luar biasa," ujar Klinsmann yang mengantarkan Jerman menjuarai Piala Dunia 1990 sebagai pemain.

"Kami hanya harus meraih poin pada laga melawan Jerman. Jelas, Jerman punya satu hari lebih banyak dari kami untuk memulihkan diri dan kami harus melakukan perjalanan lebih jauh untuk laga ini. Namun, pemain-pemain besar adalah mereka yang mendapatkan perlakukan sebagai favorit."

"Pemain-pemain saya bermain hingga mencapai batas (kemampuan), tetapi sekarang mereka harus mengangkat diri mereka dan terlepas dari hasil ini (2-2 dengan Portugal), kami akan menghadapi laga (melawan Jerman) dengan kepercayaan diri tinggi," tutur Klinsmann.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Real Madrid Juara Piala Super Spanyol: Los Blancos Patahkan Kutukan, Dekati Jumlah Gelar Barcelona

5 Fakta Real Madrid Juara Piala Super Spanyol: Los Blancos Patahkan Kutukan, Dekati Jumlah Gelar Barcelona

Liga Spanyol
Tiga Serangkai Real Madrid: 7 Musim Bersama, Lahirkan 13 Trofi

Tiga Serangkai Real Madrid: 7 Musim Bersama, Lahirkan 13 Trofi

Sports
Ketum PSSI Tegaskan Tak ada 'Deadlock' Saat Berkomunikasi dengan Shin Tae-yong

Ketum PSSI Tegaskan Tak ada "Deadlock" Saat Berkomunikasi dengan Shin Tae-yong

Liga Indonesia
Kenapa Penghargaan Gol Terbaik Dinamai Puskas Award?

Kenapa Penghargaan Gol Terbaik Dinamai Puskas Award?

Sports
AS Roma Vs Cagliari 1-0: Mourinho Temukan Kepingan yang Hilang

AS Roma Vs Cagliari 1-0: Mourinho Temukan Kepingan yang Hilang

Sports
Skuad Australia untuk Piala Asia Wanita 2022

Skuad Australia untuk Piala Asia Wanita 2022

Sports
Top Skor Liga Inggris: Absen Cetak Gol, Duo Liverpool Tetap Teratas

Top Skor Liga Inggris: Absen Cetak Gol, Duo Liverpool Tetap Teratas

Liga Inggris
3 Sejarah di Balik Keberhasilan Real Madrid Raih Gelar Juara Piala Super Spanyol

3 Sejarah di Balik Keberhasilan Real Madrid Raih Gelar Juara Piala Super Spanyol

Liga Spanyol
Apa Itu The Best FIFA Football Awards?

Apa Itu The Best FIFA Football Awards?

Sports
Hasil dan Klasemen Liga Italia: Nani Cetak Assist Kilat, Tren Kemenangan Inter Terhenti

Hasil dan Klasemen Liga Italia: Nani Cetak Assist Kilat, Tren Kemenangan Inter Terhenti

Liga Italia
Timnas Indonesia Berpotensi Lawan Timor Leste dalam 2 Laga FIFA Matchday di Bali

Timnas Indonesia Berpotensi Lawan Timor Leste dalam 2 Laga FIFA Matchday di Bali

Liga Indonesia
India Open 2022: Ganda Putra India Singgung Marcus/Kevin

India Open 2022: Ganda Putra India Singgung Marcus/Kevin

Badminton
VIDEO - Aksi Heroik Courtois Gagalkan Penalti di Final Piala Super Spanyol

VIDEO - Aksi Heroik Courtois Gagalkan Penalti di Final Piala Super Spanyol

Liga Spanyol
Polemik Isu Pencoretan Praveen/Melati, Apa Kata Ketum dan Kabid Binpres PBSI?

Polemik Isu Pencoretan Praveen/Melati, Apa Kata Ketum dan Kabid Binpres PBSI?

Badminton
Hasil Atalanta Vs Inter Milan: Nerazzurri Curi 1 Poin di Markas La Dea

Hasil Atalanta Vs Inter Milan: Nerazzurri Curi 1 Poin di Markas La Dea

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.