Kompas.com - 19/06/2014, 21:55 WIB
Wajah sedih para pemain Spanyol, Andres Iniesta (kiri), kiper sekaligus kapten Iker Casillas (tengah) dan striker Fernando Torres, setelah mereka takluk 0-2 dari Cile pada laga kedua penyisihan Grup B Piala Dunia 2014, Rabu (18/6/2014). Kekalahan ini memastikan Spanyol tersingkir. AFP/YASUYOSHI CHIBA Wajah sedih para pemain Spanyol, Andres Iniesta (kiri), kiper sekaligus kapten Iker Casillas (tengah) dan striker Fernando Torres, setelah mereka takluk 0-2 dari Cile pada laga kedua penyisihan Grup B Piala Dunia 2014, Rabu (18/6/2014). Kekalahan ini memastikan Spanyol tersingkir.
EditorAloysius Gonsaga AE
KOMPAS.com — Era emas Spanyol telah runtuh tatkala La Furia Roja tersingkir di fase grup Piala Dunia 2014. Datang dengan status juara dunia dan Eropa, Spanyol justru pulang membawa luka yang sangat perih karena mengalami nasib yang sangat tragis setelah menelan dua kekalahan beruntun.

Lirik menyayat lagu "God" milik John Lennon pada tahun 1970 bisa menggambarkan bagaimana hancurnya impian tim besutan Vicente del Bosque. Alih-alih mempertahankan gelar, mereka justru sudah menggenggam tiket pulang dari Brasil saat masih menyisakan satu pertandingan.

"Mimpi telah berlalu. Apa yang bisa saya katakan? Mimpi sudah berlalu. Kemarin," demikian penggalan syair lagu tersebut.

Kata-kata Lennon itu merujuk pada pecahnya The Beatles, yang merupakan bencana besar dalam sejarah musik populer. Ini juga bisa melukiskan kegagalan Spanyol di Brasil seusai kalah 1-5 dari Belanda pada laga perdana penyisihan Grup B pada 13 Juni, disusul kekalahan 0-2 dari Cile, Rabu (18/6/2014), yang membuat masyarakat sepak bola dunia terkejut.

Ya, takkan ada yang menyangka El Matador akan mengalami nasib yang begitu tragis. Padahal, Spanyol datang dengan sebagian besar amunisi, yang mencetak sejarah ketika mereka menguasai sepak bola dunia dalam kurun waktu enam tahun terakhir dengan dua kali berturut-turut menjuarai Piala Eropa (2008 dan 2012) serta juara dunia 2010. Ada kapten Iker Casillas, bek Sergio Ramos, gelandag Xabi Alonso, Xavi, David Silva dan Andres Iniesta, serta striker David Villa dan Fernando Torres.

Namun, semua kisah sukses Spanyol itu runtuh di Rio de Janeiro. Gaya sepak bola "tiki-taka" yang mengandalkan penguasaan bola sama sekali tak terjadi sehingga Spanyol harus menderita karena kalah dalam dua pertandingan awal. Tujuh gol meluncur ke gawang Casillas dan Spanyol hanya mampu mencetak satu gol, itu pun melalui titik penalti.

Harian olahraga di Spanyol, Marca, memberikan judul singkat, tetapi sangat padat arti di halaman depan, "The End", disertai foto Iniesta, yang mencetak gol kemenangan Spanyol ke gawang Belanda pada final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, sendirian di lapangan. Playmaker Barcelona itu terlihat sangat sedih.

Tampaknya generasi emas Spanyol sudah habis. Kini saatnya para bintang muda La Roja ambil bagian untuk meneruskan prestasi para seniornya. Mungkinkah \ Casillas, Xavi, Alonso, Villa, dan Torres harus melepaskan kostum Spanyol ketika mereka memulai misi mempertahankan gelar Piala Eropa dua tahun mendatang di Perancis?

Semua masih menjadi tanda tanya. Masa depan pelatih Del Bosque, yang sukses membawa Spanyol juara dunia 2010 dan Eropa 2012 juga tidak menentu karena setelah kalah dari Cile, dia mengaku akan mempertimbangkan posisinya.

"Kami minta maaf kepada publik," ujar Casillas, yang membuat beberapa kesalahan dalam dua pertandingan Spanyol, kepada televisi negaranya. "Tetapi mereka harus tahu bahwa kami sudah berusaha maksimal untuk membuat mereka kembali berbahagia, meskipun tidak terwujud," tambah pemain berusia 33 tahun ini, yang menjadi pemain Spanyol dengan penampilan terbanyak bagi timnas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X