Kompas.com - 05/05/2014, 22:17 WIB
Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPelatih Timnas U-19, Indra Sjafri.
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengaku mendapatkan pengalaman dari laga uji coba melawan Myanmar U-19  di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/5/2014), yang berakhir imbang 1-1.

Garuda Jaya sebetulnya unggul terlebih dulu berkat gol Muchlis Hadi Ning pada menit keempat. Namun dalam tempo empat menit, Myanmar mampu mencetak gol balasan melalui gol Aung Thu.

"Mereka sukses menahan kita 1-1. Kami mendapatkan pengalaman lain. Berbeda dari laga-laga sebelumnya. Saya juga agak heran kenapa mereka  mendelay-delay pertandingan. Mereka memancing emosi kita. Anak-anak terpancing. Pemain stagnan dan tidak berkembang. Mereka sukses. Ini jadi evaluasi kami," kata Indra seusai pertandingan.

Pelatih tim nasional Myanmar U-19, Gerd Friedrich Horst, menjelaskan, keberhasilan menahan imbang Indonesia tidak terlepas kesuksesan timnya mengunci pergerakkan Evan Dimas dan membendung penetrasi Maldini Pali serta Ilham Udin.

"Ke mana pun Evan lari, Evan tetap dikawal. Zulfiandi tidak bisa mobile. Masuknya Paulo Sitanggang membuat permainan jadi hidup.Ini jadi pengalaman berharga buat Evan. Kalau kita ketemu dengan taktik seperti ini, Evan Dimas dikeluarkan. Bukan Zulfiandi," tuturnya.

Tidak hanya faktor itu, Indra juga menutur bahwa pertahanan timnya bermain tidak baik pada pertandingan tadi. Hal itu berkaitan dengan gol dan peluang Myanmar dari serangan balik.

" Organisasi pertahanan sangat jelek. Hansamu yang jadi pemimpin terpancing ikut naik. Dia juga terpancing emosinya. Mudah-mudahan kami lebih baik pada pertandingan kedua," ujar Indra.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua tim akan kembali melakoni laga uji coba pada Rabu (7/5/2014). Namun, laga uji coba ini tidak dibuka untuk umum.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.