Kompas.com - 30/04/2014, 03:43 WIB
Bek Real Madrid, Sergio Ramos, merayakan gol ke gawang Bayern Muenchen pada laga semifinal leg kedua Liga Champions di Allianz Arena, Muenchen, Selasa (29/4/2014). AFP PHOTO / ODD ANDERSENBek Real Madrid, Sergio Ramos, merayakan gol ke gawang Bayern Muenchen pada laga semifinal leg kedua Liga Champions di Allianz Arena, Muenchen, Selasa (29/4/2014).
|
EditorAloysius Gonsaga AE
MUENCHEN, KOMPAS.com — Real Madrid tampil luar biasa melawan Bayern Muenchen pada laga semifinal leg kedua Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Selasa atau Rabu (30/4/2014) dini hari WIB. Madrid meraih kemenangan 4-0, sekaligus memperbesar agregat 5-0 atas Bayern.

Bayern butuh membalikkan agregat karena pada pertemuan pertama di kandang Madrid, Bayern menelan kekalahan 0-1. Akan tetapi, upaya Bayern membalas malah menemui jalan terjal.

Pertandingan baru memasuki menit ke-15, gawang Manuel Neuer harus kebobolan. Dari sepak pojok Luka Modric, bola disundul Sergio Ramos yang tidak terkawal dan menggetarkan jala Bayern. Madrid pun unggul 1-0 sekaligus menambah agregat menjadi 2-0.

Ketinggalan 0-1 memaksa Bayern harus mencetak minimal tiga gol untuk lolos ke partai final Liga Champions. Namun, bola mati rupanya menjadi mimpi buruk bagi Bayern.

Pada menit ke-20, Madrid kembali mendapat bola mati yang kali ini berujung tendangan bebas. Bola dieksekusi Angel di Maria yang mengirimkan umpan ke kotak penalti. Lagi-lagi, Ramos ada di sana dan menyundul bola sekaligus menaklukkan gawang Bayern untuk kali kedua.

Bayern terus memainkan penguasaan bola. Namun, lini pertahanan Madrid tampil sempurna untuk mematahkan serangan-serangan dari pasukan Pep Guardiola.

Malahan, Madrid yang bermain dengan serangan balik mampu tampil efektif. Pada menit ke-34, serangan balik cepat Madrid berbuah hasil.

Kerja sama Karim Benzema dan Gareth Bale membuat lini belakang Bayern kocar-kacir. Bale lantas mengumpan kepada Cristiano Ronaldo yang dengan mudah memasukkan bola ke gawang Neuer. Skor menjadi 3-0 untuk Madrid dan menambah agregat keunggulan empat gol.

Pada babak kedua, Guardiola mencoba mengubah komposisi pemain. Mario Mandzukic diganti oleh Javi Martinez. Pergantian ini membuat Bayern bermain dengan strategi "false nine".

Bayern masih menguasai pertandingan, tetapi minim ancaman ke arah gawang Iker Casillas. Pada pertengahan babak kedua, Guardiola kembali memasukkan seorang penyerang, Claudio Pizarro, untuk mengganti Thomas Mueller. Mario Goetze juga dimainkan, menukar tempat Franck Ribery yang ditarik keluar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X