Aston Villa, "Pemanasan" MU Sebelum Jamu Bayern Muenchen

Kompas.com - 29/03/2014, 06:45 WIB
Gita Suwondo. BEIN SPORTGita Suwondo.
EditorTjatur Wiharyo
KOMPAS.com — Satu pekan terakhir menggambarkan bagaimana sulitnya hidup bagi David Moyes. Sang David semakin kecil prestasinya dalam klub besar seperti Manchester United.  Prestasi lolos ke perempat final Liga Champion dan gol spektakuler Wayne Rooney ke gawang West Ham United seakan tidak ada artinya ketika dua gol Edin Dzeko dan penyelesaian Yaya Toure tanpa balas membuat rekor United saat berhadapan dengan klub papan atas BPL semakin minim. Hanya satu kali menang, empat kali seri dan delapan kali kalah saat berhadapan dengan klub-klub sembilan besar BPL, dengan masih tandang ke St James Park, Goodison Park, dan St Mary, sulit melihat gambaran bahwa Wayne Rooney dkk akan bermain di Eropa musim depan.

Beruntung, mereka punya jadwal yang agak bisa melegakan napas akhir pekan ini di Old Trafford sebelum kedatangan raksasa Eropa lainnya, Bayern Muenchen, pertengahan pekan depan. Aston Villa yang akan tandang Sabtu ini bukan saja baru kalah telak dari Stoke City di kandang sendiri, melainkan juga punya rekor buruk saat berhadapan dengan United. Terakhir kali Aston Villa berjaya di Old Trafford adalah bulan Desember 2009 dan melihat rekor baik United berhadapan dengan tim tim yang ada di luar sembilan besar, keajaiban besar jika anak asuhan Paul Lambert ini bisa membuat kejutan.

Bagi para pendukung The Red Devils, terutama yang ada di Jakarta dan sekitarnya, laga ini menjadi kesempatan untuk memberikan dukungan kepada Rio Ferdinand dkk dalam bentuk nonton bareng bertajuk "I am United" di kawasan Epicentrum, Rasuna Said. Tidak tanggung-tanggung, beiNSports dalam menggalang public viewing ini mendatangkan salah satu pemain belakang The Red Devils yang pernah lima kali merasakan gelar Premier League dalam sembilan musim pengabdiannya di Old Trafford.

Mikael Silvestre, yang saat pertama kali bergabung bersama Setan Merah ketika direkrut dari Internazionale sebesar 4 juta pound, sempat menempati posisi bek kiri menggantikan posisi Denis Irwin tapi kemudian lebih nyaman saat bermain di posisi centre back bergantian bersama Rio Ferdinand, John O Shea, dan Wes Brown punya banyak pengalaman mengenyam sukses bagi Setan Merah.

Mantan pemain nasional Perancis yang pernah merasakan gelar Piala Konfederasi 2001 dan 2003 bersama Les Blues ini, dan ada di skuad Perancis yang lolos sampai final Piala Dunia 2006, ini sukses merebut lima gelar Premier League, satu gelar Piala FA, satu gelar Piala Liga, dan dua gelar Community Shield bersama Manchester United. Ia juga ada dalam pasukan Sir Alex Ferguson saat merebut Liga Champion 2007/08 dan Piala Intercontinental tahun 1999.

Kedatangan Nemanja Vidic ke United kemudian membuat ayah tiga anak ini perlahan tersingkir dan kemudian bergabung dengan Arsenal untuk dua musim, Werder Bremen untuk dua musim berikutnya, dan kemudian Portland Timbers, sebelum cedera membuatnya harus mengakhiri kontraknya bersama klub MLS ini bulan Januari lalu.

Minggu ke-32 BPL musim ini, Silvestre akan membagi pengalamannya bersama fans United di Jakarta untuk setidaknya bisa mengharapkan asa Eropa ketika berhadapan dengan Aston Villa. Musim ini pasukannya David Moyes hanya bisa ditahan imbang Fulham dan Cardiff City serta kalah dari WBA ketika berhadapan dengan tim-tim yang ada di luar sembilan besar. Jadi, akan diperlukan sebuah penampilan luar biasa dari Christian Benteke dkk yang akan tampil tanpa Karim El Ahmadi dan Andreas Weimann untuk bias merebut satu poin dari tuan rumah.
Manchester United 60-40 Aston Villa

ARSENAL vs MANCHESTER CITY
Jika musim Manchester United sangat tidak konsisten, musim Arsenal sejak Januari juga tidak bisa dibilang baik. Memang asa trofi tetap terjaga dengan lolos ke semifinal Piala FA dan hanya dikelilingi oleh juara bertahan Wigan Athletic, Sheffield United, dan Hull City. Tetapi, asa juara Premier League perlahan memudar seusai dibantai Chelsea setengah lusin gol tanpa balas minggu lalu dan gol bunuh diri Mathieu Flamini pada pertengahan minggu membuat Swansea City bisa pulang dengan satu poin.

Sabtu ini, kala menjamu Manchester City, Arsene Wenger harus lebih berpikir pragmatis ketimbang idealis. Artinya, pujian saat penampilan The Gunners demikian luar biasa bertahan menghadapi gempuran Tottenham Hotspur di White Hart Lane untuk menang lewat gol tunggal Tomas Rosicky wajib diulang. Rekor kemasukan 17 gol ketika berhadapan dengan Chelsea, Liverpool, dan Manchester City yang harus diwaspadai oleh barisan belakang Arsenal.

Positifnya adalah sejak kemasukan tiga gol pada minggu pertama kompetisi dari Aston Villa, Per Mertesacker dkk belum pernah kebobolan lebih dari dua gol saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Dan juga rekor clean sheet Wojcech Szczesny saat berhadapan dengan klub-klub yang ada di tiga besar ketika bermain di Emirates.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X