Messi: Manchester City Kuat, tetapi Barcelona Tak Kesulitan

Kompas.com - 13/03/2014, 06:27 WIB
Selebrasil penyerang Barcelona, Lionel Messi, seusai membobol gawang Manchester City, pada leg kedua 16 besar Liga Champions, Rabu (12/3/2014). AFP PHOTO / QUIQUE GARCIASelebrasil penyerang Barcelona, Lionel Messi, seusai membobol gawang Manchester City, pada leg kedua 16 besar Liga Champions, Rabu (12/3/2014).
|
EditorTjatur Wiharyo
BARCELONA, KOMPAS.com — Penyerang Barcelona, Lionel Messi, menilai Manchester City sebagai tim terkuat yang mereka hadapi di Liga Champions 2013-2014 sejauh ini. Ia pun mengaku senang timnya berhasil mengatasi City.

"Kami tahu kami harus mencetak gol untuk menenangkan diri sendiri mengingat potensi yang mereka miliki. Terlepas dari gol yang mereka ciptakan, menurutku, kami tak pernah mendapatkan ancaman. Kami bermain dengan baik sepanjang pertandingan dan mencapai target kami, yaitu lolos (ke perempat final)," ujar Messi.

"Setelah dua kegagalan di liga (kalah 1-3 dari Real Sociedad dan 0-1 dari Real Valladolid), pada pertandingan di mana kami tak bermain dengan baik, hari ini kita melihat Barcelona seperti yang orang harapkan dan kami mengalahkan tim yang sangat tangguh," lanjutnya.

Hal tersebut berkaitan dengan kemenangan Barcelona 2-1 (agregat 4-1) atas City pada leg kedua 16 besar Liga Champions di Camp Nou, Rabu (12/3/2014). Gol Barcelona dicetak Messi (67) dan Dani Alves (90+1), sementara gol City dicetak Vincent Kompany (89).

Bagi Messi, dengan golnya ke gawang Leverkusen itu, ia telah mencetak 67 gol dalam 84 pertandingan di Liga Champions.

Dengan begitu pula, Messi mencetak rekor sebagai pencetak gol terbanyak untuk satu klub Spanyol dengan torehan 341 gol. Rekor ini sebelumnya dipegang legenda Athletic Bilbao Telmo Zarra (335 gol).

Di Primera Division La Liga, Messi telah mencetak 230 gol. Ia hanya kalah dari Hugo Sanchez (234 gol) dan Zarra (251 gol).

Pertandingan juga diwarnai kartu kuning kedua untuk bek City, Pablo Zabaleta, pada menit ke-78. Insiden bermula ketika Edin Dzeko jatuh di kotak penalti. Menurut Zabaleta, Dzeko jatuh karena dilanggar Gerard Pique.

Ia pun protes ketika wasit Stephane Lannoy tak memberikan penalti kepada timnya. Lannoy merespons tindakan Zabaleta dengan mengacungkan kartu kuning kedua.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber UEFA
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X