Laga Kandang PSM Akan Dilakukan di Surabaya

Kompas.com - 30/01/2014, 23:38 WIB
Logo Indonesia Super League (ISL). Dok.GoogleLogo Indonesia Super League (ISL).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAloysius Gonsaga AE

JAKARTA, KOMPAS.com — PSM Makassar sudah mengantongi izin dari Polda Jawa Timur untuk bertanding di Surabaya. Dengan demikian, untuk masa waktu yang belum ditentukan, tim Juku Eja akan berbagi kandang dengan Persebaya Surabaya, di Stadion Gelora Bung Tomo.

Hal itu disampaikan Manajer PSM, Abdul Rahim. Menurutnya, PSM akan mulai menggunakan Stadion GBT saat laga kontra Putra Samarinda, Minggu (2/2/2014).

PSM tidak bisa berlaga di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar, setelah terlibat konflik dengan pihak pengelola stadion, Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS). Awalnya, mereka berencana akan memindahkan laga kandang di Stadion Gelora Mandiri, Pare-Pare. Namun, PT Liga menganggap stadion tersebut kurang layak.

"Kalau untuk perizinan pertandingan melawan Putra Samarinda di GBT Minggu besok, kami sudah dapatkan dari Polda Jatim," kata Rahim saat dihubungi, Kamis (30/1/2014).

Namun demikian, kata Rahim, pihaknya keberatan dengan rencana PT Liga Indonesia yang berencana memindahkan jadwal laga PSM kontra Pusam, dari sore hari menjadi malam hari.

Hal itu terkait dengan perubahan jadwal laga di Bandung, yang mempertemukan Persib Bandung kontra Sriwijaya FC, pada hari yang sama. Dalam laga yang akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat itu, Polda Jawa Barat meminta panitia pelaksana pertandingan untuk memajukan jadwal laga, dari malam hari menjadi sore hari.

"Kami bisa main sore hari, hanya sore hari. Masalahnya, kami diminta untuk menggeser pertandingan menjadi malam hari. Itu karena pertandingan Persib-SFC di Bandung tidak mendapatkan izin dimainkan pada malam hari," lanjut Rahim.

"Kalau kami berpatokan pada jadwal sore, maka kami bisa menggelar pertandingan. Tapi kalau malam, ya jelas tidak bisa. Kami masih akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat dan juga dengan PT LI."

"Jujur, kami mendapatkan izin di Jatim ini susah. Izin harus per pertandingan, tidak bisa langsung per paket. Alasan dari Polda Jatim, izin akan diturunkan dengan mengacu pada situasi dan kondisi keamanan pada saat itu," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X