Kompas.com - 23/12/2013, 15:12 WIB
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESKetua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.
|
EditorOkky Herman Dilaga

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, kecewa dengan kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala AFF 2016. Menurut Djohar, Indonesia di mata sponsor sebenarnya lebih menjanjikan dari segi bisnis jika menjadi menjadi tuan rumah.

Pihak AFF telah memutuskan menunjuk Myanmar dan Filipina sebagai tuan rumah Piala AFF 2016. Sementara untuk babak kualifikasi, Kamboja ditetapkan sebagai tuan rumah.

"Tentunya PSSI kecewa dengan keputusan ini. Pihak Sponsor juga kecewa karena Indonesia tidak menjadi tuan rumah," jelas Djohar kepada wartawan, Senin (23/12/2013).

"Dalam diskusi, Indonesia sebenarnya sempat menjadi kandidat terkuat. Tetapi, pertimbangannya karena Indonesia sering menjadi tuan rumah. AFF ingin memberikan kesempatan kepada negara lain yang belum pernah menjadi tuan rumah."

"Sebenarnya, Indonesia didukung penuh oleh sponsor untuk menjadi tuan rumah. Mereka menilai, Indonesia lebih menjanjikan secara bisnis jika menjadi tuan rumah Piala AFF," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.