Aidil Ancam Gugat Direktur Persisam

Kompas.com - 10/12/2013, 00:01 WIB
|
EditorTjatur Wiharyo
SAMARINDA, KOMPAS.com — Mantan Manajer Persisam Putra Samarinda, Aidil Fitri, menyatakan akan menggugat Harbiansyah, Direktur Utama Persisam Putra Samarinda. Hal ini disampaikannya setelah mendengar kabar bahwa Harbiansyah berencana mengganti nama Persisam Putra Samarinda menjadi Putra Samarinda (Pusam).

Aidil mengatakan, ia tak hanya akan memerkarakan urusan ganti nama itu secara perdata, tetapi juga akan melaporkannya ke Kejaksaan Negeri Samarinda dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurut Aidil, persoalan ganti nama ini merupakan hal serius baginya karena ia terlibat dalam pengelolaan Persisam, mulai saat klub tersebut di level kompetisi terendah hingga tertinggi.

"Pokoknya saya tidak terima dengan pergantian nama tersebut. Jika Persisam memang dikembalikan dari Pemkot Samarinda, maka Persisam itu harus dikembalikan ke saya. Kenapa Harbiansyah akan mengganti nama Persisam tanpa ada pembicaraan dengan saya," ujar Aidil, Senin (9/12/2013).

"Terima kasih untuk Harbiansyah yang sudah mengelola Persisam. Tetapi, jangan menganggap Persisam adalah miliknya dan mengganti nama Persisam dengan mudah," lanjutnya.

Aidil menuturkan, ia sudah kecewa dengan manajemen Persisam sejak ia terdepak dari kepengurusan Persisam karena masalah hukum berkaitan dengan penggunaan anggaran Persisam yang berasal dari APBD Kota Samarinda pada 2006 hingga 2009. Atas kasus tersebut, Aidil divonis penjara selama setahun lebih dan harus mengembalikan uang negara sebesar Rp 1,87 miliar.

"Dalam kasus tersebut, saya hanyalah korban. Jika dilihat dari kasus itu, tentu paham bagaimana kasus itu, ke mana saja dana tersebut tercurah, dan siapa saja yang terlibat. Kita pahamlah bagaimana persepakbolaan di Indonesia," aku Aidil.

"Saya akan mendatangi Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda, dan membeberkan semua fakta ke KPK," tambahnya.

Harbiansyah mengatakan bahwa manajemen Persisam Putra Samarinda berencana mengubah nama klub menjadi Putra Samarinda pada Minggu (8/12/2013). Menurut Harbiansyah, hal tersebut sudah disampaikan kepada PSSI dan PT Liga Indonesia selaku pengelola Liga Super Indonesia.

"PT Liga Indonesia sudah menyetujui permohonan tersebut sehingga untuk kompetisi musim depan kita sudah tak lagi memakai nama Persisam Putra Samarinda," ujar Harbiansyah.

Perubahan nama klub, menurut Harbiansyah, tidak menyalahi aturan dan sudah terjadi pada beberapa klub, misalnya Pelita Jaya menjadi Bandung Raya, Gelora Dewata Bali menjadi Deltras Sidoarjo, dan Persijatim Jawa Timur menjadi Sriwijaya FC.

"Mitra Kukar awalnya bernama Mitra Surabaya dan sempat berganti nama menjadi Mitra Kalteng sebelum akhirnya diakuisisi ke Tenggarong dan berganti nama menjadi Mitra Kukar," ulas Harbiansyah.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X