Kompas.com - 04/12/2013, 18:09 WIB
Pesepak bola asal Kamerun, Salomon Begondo. Dok. TribunnewsPesepak bola asal Kamerun, Salomon Begondo.
Penulis Ary Wibowo
|
EditorAry Wibowo
JAKARTA, KOMPAS.com - Beliby Ferdinand, adik pesepak bola asal Kamerun, Salomon Bengondo, mengaku senang dengan komitmen Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang telah berjanji memulangkan jenazah kakaknya.

PSSI dikabarkan telah menyiapkan dana sebesar 12.000 dollar AS atau sekitar Rp 143 juta untuk biaya pemulangan jenazah Salomon. PSSI berharap proses pemulangan tersebut bisa terlaksana pada pekan ini.

Beliby mengakui, dirinya memang telah bertemu Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono, untuk membicarakan perihal masalah tersebut. Ia pun mengaku akan menyerahkan sepenuhnya masalah biaya pemulangan jenazah Salomon kepada PSSI.

"Tadi Pak Joko menjamin bahwa PSSI akan bertanggungjawab atas biaya sebesar itu. Kami sudah dengar kabar dari Pak Joko sendiri. Pak Joko bilang pertama mereka akan melakukan hal tersebut," ungkap Beliby saat dihubungi di Jakarta, Rabu (4/12/2013).

"Kedua, mereka juga meminta kita sabar dan kebijaksaan atas kejadian ini. Kita juga meminta kepada dia untuk ditangani secara serius supaya selesai dengan baik. Jadi, kita juga ambil komitmen mereka ini," tambahnya.

Salomon meninggal dunia karena menderita sakit di RSUD Tangerang, Jumat (29/11/2013). Pemain yang tercatat tergabung dalam klub Divisi Utama PT LPIS, Persipro Probolinggo, itu dikabarkan tidak mempunyai cukup biaya untuk mengobati penyakit di bagian perut karena belum digaji oleh pihak klub.

Terkait masalah tersebut, Beliby mengatakan, pihak keluarga juga akan menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI. Ia mengaku, hingga saat ini kubu Persipro belum menghubungi untuk menyelesaikan persoalan tunggakan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Walaupun secara langsung mereka (Persipro) belum berhubungan dengan kami. Tetapi, ya, karena PSSI sudah ambil alih, kami berterima kasih. Sekarang tinggal komunikasi dengan PSSI yang akan menghubungi mereka, karena Probolinggo tidak memberikan kabar apa-apa," terang Beliby.

"Kita tidak mencoba menghubungi Probolinggo karena kita menggunakan jalur yang sehat dengan ke PSSI dulu. Jadi, nanti PSSI yang akan menghubungi mereka dan bicara bagaimana bagusnya. Kami akan menyerahkan segalanya kepada PSSI," tukasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.