Kompas.com - 03/12/2013, 23:48 WIB
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin saat mengunjungi lapangan Asifa di Kota Malang (kanan) dan didampingi Direktur Asifa, H Zulkifli (kiri), Selasa (3/12/2013). KOMPAS.com/Yatimul AinunKetua Umum PSSI, Djohar Arifin saat mengunjungi lapangan Asifa di Kota Malang (kanan) dan didampingi Direktur Asifa, H Zulkifli (kiri), Selasa (3/12/2013).
|
EditorAloysius Gonsaga AE
MALANG, KOMPAS.com - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin, berharap setiap provinsi di Indonesia memiliki pembinaan sepak bola usia dini atau Sekolah Sepak Bola (SSB) yang dikelola secara profesional. Karena kata Djohar, selama ini masih jarang ditemukan wadah pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia yang dikelola secara profesional.

"Kami sangat butuh untuk mewadahi jutaan anak Indonesia yang akan menyalurkan bakatnya di dunia sepak bola. Karenanya, saya berharap, setiap provinsi punya SSB yang dikelola secara profesional," kata Djohar di sela-sela kunjungannya ke Aji Santoso International Football Academy (ASIFA), di Kota Malang, Selasa (3/12/2013).

Indonesia, kata Djohar, merupakan negara besar dengan potensi pemain sepak bola yang memiliki nilai jual cukup tinggi. "Makanya, pembinaan sepak bola usia dini harus dikelola secara profesional. Salah satunya seperti yang akan dilakukan di ASIFA ini," katanya.

ASIFA adalah sekolah yang digagas oleh Aji Santoso, untuk melakukan pembinaan sepak bola usia dini dengan dikelola secara profesional dengan level internasional.

"Saya berharap, ASIFA bisa melahirkan pemain yang nantinya bisa membawa nama Indonesia ke kancah internasional. Tidak hanya bermain di Liga Asia dan Eropa tapi kelas dunia," harapnya.

Jika masing-masing provinsi di Indonesia ada satu seperti ASIFA, Indonesia akan melahirkan banyak pemain bola profesional dan akan dilirik banyak negara.

"PSSI tak akan mengandalkan pemerintah untuk melakukan pembinaan maupun pencarian bibit pemain muda. Peran pihak swasta juga akan diperhatikan," katanya.

PSSI, tambah Djohar, akan bekerjasama dengan pihak swasta, seperti ASIFA. "Tujuannya untuk mencari bibit pemain sepak bola profesional. Dan kami sudah meng-upgrade kemampuan para pencari bakat, dengan memberikan pelatihan," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X