Kompas.com - 09/11/2013, 11:30 WIB
Rela menginap di masjid, Anang Widianto (18), remaja asal Desa Kedung Upit, Kabupaten Sragen, demi keinginannya untuk mengikuti seleksi timnas U-19, yang berlangsung di Kota Batu, Jawa Timur Yatimul AiununRela menginap di masjid, Anang Widianto (18), remaja asal Desa Kedung Upit, Kabupaten Sragen, demi keinginannya untuk mengikuti seleksi timnas U-19, yang berlangsung di Kota Batu, Jawa Timur
|
EditorAry Wibowo
BATU, KOMPAS.com — Anang Widianto (18), remaja asal Desa Kedung Upit, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, rela menginap di masjid demi keinginannya untuk mengikuti seleksi tim nasional Indonesia U-19, yang berlangsung di Kota Batu, Jawa Timur.

Anang nekat menerobos lapangan Agrowisata Kusuma dan langsung menyampaikan keinginannya itu kepada pelatih timnas U-19, Indra Sjafri, seusai memimpin latihan perdana Evan Dimas dan kawan-kawan, Sabtu (9/11/2013). "Saya mau ikut seleksi," kata Anang kepada Indra.

Spontan pelatih asal Padang, Sumatera Barat, itu pun langsung menjawab permintaan remaja kelahiran 1995 tersebut. "Nanti sore, nanti sore," jawab Indra.

Dengan wajah lesu, sembari menenteng tas hijau berisi sepatu dan perlengkapan sepak bola lainnya, Anang kemudian berjalan menuju pinggir lapangan. Saat ditemui Kompas.com, ia mengaku nekat ingin ikut seleksi timnas U-19 untuk mengadu nasib dan menunjukkan kemampuannya di dunia sepak bola.

Anang tiba di Kota Wisata Batu sejak Jumat (8/11/2013) malam. Ia mengaku berangkat seorang diri dari rumahnya ke Kota Batu. "Jumat pagi berangkat dari rumah. Saya semalam tidur di masjid," akunya.

Anang mengungkapkan, ia mengetahui timnas U-19 mengadakan pemusatan latihan di Kota Batu dari beberapa media cetak, online, dan televisi. Melihat kabar tersebut, tebersit dalam pikiran Anang untuk mengadu nasib demi membantu ekonomi keluarga.

Anak dari pasangan Satimin-Satini itu mengaku pernah meraih juara Bupati Cup di Sragen bersama klub Indonesia Muda saat masih duduk di SMPN 3 Sragen. Pada tingkat SMK, dia juga mengaku meraih juara Bupati Cup di Sragen.

Ditanya dari mana dapat ongkos untuk perjalanan Sragen-Kota Batu, Anang mengaku, biaya perjalanan itu merupakan hasil dari kerja kerasnya bekerja sebagai karyawan di salah satu toko baju (distro) di Sragen. "Uang hasil kerja sendiri, dan sudah direstui sama orangtua mau ikut seleksi timnas," tuturnya.

Ia berharap, Indra Sjafri menerimanya untuk mengikuti seleksi timnas U-19. "Aku akan menunjukkan kemampuanku di sepak bola. Selain itu, aku ingin mengadu nasib di timnas. Semoga diterima. Jika tidak diterima,  aku cari kerja lainnya," tegasnya lagi.

Ketika ditanya mengenai peluang mengikuti seleksi, dengan penuh semangat, Anang mengatakan, "Semoga diperbolehkan ikut seleksi. Aku optimistis bisa lolos jika diperbolehkan ikut seleksi."

Seusai menyampaikan keinginannya untuk mengikut seleksi timnas U-19 kepada Indra Sjafri, Anang saat ini sementara tinggal di pos satpam pintu masuk lapangan Agrowisata Kusuma untuk menunggu latihan sore digelar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.