Chelsea Vs Manchester City, Menjaga Kesempurnaan Stamford Bridge

Kompas.com - 27/10/2013, 06:43 WIB
Saat masih membesut Real Madrid, Jose Mourinho, pernah terlibat rivalitas dengan Manuel Pellegrini. Kedua pelatih akan kembali beradu taktik saat Chelsea melawan Manchester City. Dok. BBCSaat masih membesut Real Madrid, Jose Mourinho, pernah terlibat rivalitas dengan Manuel Pellegrini. Kedua pelatih akan kembali beradu taktik saat Chelsea melawan Manchester City.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
LONDON, KOMPAS.com - Chelsea akan menjamu Manchester City dalam lanjutan Premier League di Stamford Bridge, Minggu (27/10/2013). London Biru memiliki berbagai catatan bagus yang akan menjadi "senjata" membungkam sang tamu.

Berkaca kepada performa di Premier League sejauh ini, The Blues mampu menjadikan Stamford Bridge tempat yang angker bagi lawan. Fernando Torres dan kawan-kawan sukses mencatat empat kemenangan laga kandang.

John Terry  dan kawan-kawan boleh membusungkan dada pada pertandingan nanti karena City punya rekor buruk kala bermain di Stamford Bridge.

Dari 15 pertemuan di kandang Chelsea, City harus menelan 10 kekalahan dan hanya sekali menang. Kemenangan itu diraih pada Februari 2010, di mana City berhasil mengalahkan Chelsea 4-2 berkat dua gol yang sama-sama diciptakan Carlos Tevez dan Craig Bellamy.

Publik Stamford Bridge pun semakin optimistis jika melihat rapor laga tandang City di Premier League pada musim ini. Pasukan Manuel Pellegrini telah menelan dua kekalahan dari empat laga tandang yang dilakoninya.

Yang menarik tidak hanya fakta itu saja. Pertandingan nanti juga akan dibumbui rivalitas antara Jose Mourinho dan Manuel Pellegrini. Rivalitas antara kedua pelatih bermula sejak Mourinho ditunjuk Real Madrid menggantikan Pellegrini pada Juni 2009. Pellegrini kemudian memilih meneruskan kariernya di Malaga.

Saat itu, Mourinho langsung "menyerang" Pellegrini. "Hanya menjadi runner-up adalah pencundang. Jika Madrid memecat saya, saya tidak akan pergi ke Malaga. Saya akan membesut tim top di Italia atau Inggris," jelas Mourinho.

Pellegrini membalasnya dengan mengatakan, "Saya tidak suka pelatih yang mementingkan hasil. Konsep tontonan dan kreativitas sangat penting bagi saya."

Kenyataannya, Pellegrini memang harus mengakui Mourinho lebih hebat dari dirinya. Selama tiga musim di Spanyol, Mourinho dengan Real Madrid-nya berhasil mengalahkan Malaga lima kali dari tujuh pertemuan di semua kompetisi. Madrid hanya sekali kalah.

Jelang pertandingan, Pellegrini berusaha tidak terpancing rivalitas dengan Mourinho. "Apakah kami berbeda? Ya, sangat berbeda. Saya tidak akan menceritakan kepada Anda (media), saya tidak suka Jose. Namun, saya pribadi yang berbeda," jelas Pellegrini.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X