Kompas.com - 23/10/2013, 18:30 WIB
Pemain Indonesia Boaz Solossa (tengah) mendapat ucapan selamat dari rekannya, Titus Bonai (kanan), setelah berhasil mencetak gol ke gawang China pada babak kualifikasi Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (15/10). Pertandingan berakhir imbang dengan skor 1-1. KOMPAS/YUNIADHI AGUNGPemain Indonesia Boaz Solossa (tengah) mendapat ucapan selamat dari rekannya, Titus Bonai (kanan), setelah berhasil mencetak gol ke gawang China pada babak kualifikasi Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (15/10). Pertandingan berakhir imbang dengan skor 1-1.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim nasional Indonesia kembali menemui kendala dalam persiapannya menghadapi China pada lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2015 di Shaanxi Province Stadium pada 15 November 2013. Hal itu lantaran Badan Tim Nasional (BTN) tak bisa memenuhi keinginan pelatih Jacksen F Tiago untuk beruji coba melawan Mali.

Awalnya, Boaz Solossa dan kawan-kawan direncanakan beruji tanding melawan Mali di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 4 November 2013. Lima hari kemudian, skuad Garuda dijadwalkan melawan Korea Utara di Pyongyang.

Sekretaris BTN, Sefdin Syaefuddin, menyatakan bahwa uji coba melawan Mali dipastikan batal. "Batal lawan Mali. Mungkin akan diganti dengan Kirgistan," jelas Sefdin.  

Terkait laga uji coba melawan Korea Utara, Sefdin pun menyatakan pihaknya belum mendapatkan kepastian. "Masih dalam tahap komunikasi. Insya Allah sesuai rencana. Nanti biar Jacksen yang mengumumkan. Pelatih akan menggelar konferensi pers akhir pekan ini soal laga uji coba," tuturnya.  

Sebetulnya, masalah ini bukan kali pertama dialami timnas. Saat melawan China pada pertemuan pertama 15 Oktober 2013, Indonesia hanya satu kali melakoni uji coba melawan Filipina. Laga tersebut digelar di Stadion Maguwoharjo, 14 Agustus 2013, setelah rencana uji tanding melawan Hongkong, Makau, dan Timor Leste batal terlaksana.  

Uji coba melawan Mali dan Korea Utara cukup penting untuk menguji kekuatan Indonesia. Tim Merah Putih membutuhkan kemenangan untuk membuka peluangnya lolos ke putaran final Piala Asia 2015.  Saat ini, Indonesia berada di dasar klasemen dengan mengoleksi satu poin dari tiga laga yang dilakoninya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X