Kompas.com - 14/10/2013, 17:22 WIB
EditorTri Wahono


JAKARTA, KOMPAS.com
 — PSSI diminta segera menyelesaikan kasus yang dialami Evan Dimas Darmono dan Andik Vermansah. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman, mendesak PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga mencari solusi terbaik.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua pemain timnas itu tengah menghadapi masalah status. Kapten tim nasional U-19, Evan Dimas, bermasalah soal transfer dari pemain amatir ke profesional yang ditolak PSSI karena alasan klub asalnya Persebaya 1927 tidak diakui sebagai anggota PSSI. Sementara Andik Vermansah yang juga dari klub sama terancam tak dapat international transfer certificate (ITC). 

Upaya ini, menurut Irman, sebagai bentuk penghargaan kepada timnas U-19 yang telah mengangkat nama Indonesia.

"Sudah seharusnya negara maupun PSSI memberikan penghargaan baik moril maupun materiil," ujar Irman, Senin (14/10/2013).

Sebelumnya, Sekretaris PT Liga yang juga menjabat Deputi Bidang Organisasi PSSI Tigor Shalom Boboy mengatakan, sebenarnya Evan Dimas masih dimungkinkan mendapat status resmi sebagai pemain profesional. Syaratnya, dia mau bergabung dengan klub lain di luar Persebaya 1927.

Persebaya 1927 adalah klub yang berlaga di kompetisi Liga Primer Indonesia (IPL). Dalam konsep penyatuan liga, Maret silam, PSSI menjabarkan empat tahap, dimulai dari menyusun regulasi, verifikasi klub (November-Desember), finalisasi jumlah klub peserta kompetisi pada Desember, dan peluncuran kompetisi baru pada Januari 2014.

Untuk kompetisi profesional paling elite akan terdiri atas 22 klub, gabungan dari 18 klub Liga Super Indonesia (ISL) dan 4 klub IPL, ditentukan dari hasil kompetisi musim ini. Namun, untuk klub IPL yang punya ”kembaran” di ISL dan masuk empat besar, klub IPL itu (ada tambahan istilah dan bukan anggota PSSI) akan dicoret dan digantikan klub di bawahnya yang tidak bermasalah.

"Permasalahannya adalah klub tempatnya (Evan) bernaung itu statusnya tidak diakui PSSI sebagai federasi sepak bola Indonesia. Status Evan Dimas menjadi pemain profesional bisa diakui federasi kalau ia terdaftar sebagai pemain di klub profesional yang diakui PSSI. Intinya, kami tidak pernah mempersulit pemain," tutur Tigor.

Sementara Andik masih mungkin mendapat ITC karena sebelumnya sempat tercatat sebagai pemain Persebaya yang diakui PSSI.(Srihandriatmo Malau)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.