Kompas.com - 10/10/2013, 15:20 WIB
Suporter Persis Solo (Pasoepati) memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Diego Mendieta di rumah duka Thiong Ting, Rabu (5/12/2012). Pesepakbola asal Paraguay itu meninggal dunia pada hari Selasa dini hari karena sakit di rumah sakit  dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah. 
KOMPAS/GATOT WIDAKDOSuporter Persis Solo (Pasoepati) memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Diego Mendieta di rumah duka Thiong Ting, Rabu (5/12/2012). Pesepakbola asal Paraguay itu meninggal dunia pada hari Selasa dini hari karena sakit di rumah sakit dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Federasi Pemain Sepak Bola Profesional Dunia (FIFPro) meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengakui Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) sebagai asosiasi pemain di Indonesia yang sah.

Ketua FIFPro Asia dan Oseania Brendan Schwab pun meminta penyelesaian tunggakan gaji pemain yang belum selesai sebelum musim kompetisi baru dimulai.

"Pekan depan kami akan mengirim surat ke PSSI untuk mulai bernegosiasi soal ini, juga diskusi dengan Menpora. Pesepakbola bisa dilindungi kalau punya kejelasan status federasi sendiri," kata Schwab saat ditemui di kantor Kementarian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kamis (10/10/2013).

Kalau pun ternyata PSSI tidak memberi respons yang diharapkan, FIFPro mengaku akan tetap berkampanye untuk perlindungan pemain. Menurut Schwab, kehadiran APPI penting sebagai figur netral. Ia mengibaratkan asosiasi pemain layaknya wasit dalam pertandingan sepak bola.

"Permainan sepak bola tanpa wasit, jalannya pertandingan tidak seimbang. Harus ada pihak yang netral antara klub dan pemain. APPI dipimpin figur pemain, serta tim legal dan staf yang kompeten dalam perlindungan pemain," kata Schwab.

Schwab memberi contoh kejadian yang menimpa Diego Mendieta. Menurut Schwab peristiwa Mendieta seharusnya bisa dicegah.

Diego Mendieta adalah mantan pemain Persis Solo yang meninggal akibat sakit pada 4 Desember 2012 silam. Hingga akhir hayatnya ia belum menerima sebagian gajinya selama empat bulan belum dibayar pihak klub. Hal itu mengakibatkan proses pengobatannya tersendat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"FIFPro menyediakan dukungan ke keluarga Mendieta. Tapi kami merasa kalau peristiwa ini tidak menjadi pembelajaran bisa terjadi lagi," pungkas Schwab.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.