Kompas.com - 22/09/2013, 00:30 WIB
Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago saat memegang trofi pelatih terbaik Indonesia Super League 2012-13 di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (21/9/2013) Kompas.com / Ary WibowoPelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago saat memegang trofi pelatih terbaik Indonesia Super League 2012-13 di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (21/9/2013)
Penulis Ary Wibowo
|
EditorAloysius Gonsaga AE
JAYAPURA, KOMPAS.com — Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Ferreira Tiago, mengaku senang dengan kesuksesan skuadnya meraih gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2012-13. Menurut Jacksen, pencapaian tersebut merupakan cita-citanya untuk masyarakat Papua.

Pernyataan itu diungkapkan Jacksen seusai membawa Persipura menang 2-0 atas All Star ISL di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (21/9/2013). Sepasang gol kemenangan skuad Mutiara Hitam dikreasi oleh Boaz Solossa pada menit ke-80 dan Gerald Pangkali (86).

"Ini momen yang luar biasa bagi kami semua. Selama lima tahun boleh dikatakan kami cukup sukses dengan tiga gelar juara dan dua kali runner-up. Tapi, di musim ini bisa dikatakan sempurna karena semua gelar juara bisa kami raih," ucap Jacksen di Jayapura, Sabtu malam.

Persipura memastikan gelar juara ISL 2012-13 dengan perolehan poin 82 dari total 34 pertandingan. Ini adalah gelar keempat skuad Mutiara Hitam karena sebelumnya menjadi juara pada musim 2004-2005, 2008-09, dan 2010-11.

Kesuksesan Persipura juga diikuti dengan berhasilnya beberapa pemainnya meraih sejumlah penghargaan individual, seperti Boaz yang didaulat menjadi pemain terbaik dan kiper Yoo Jae Hoon menjadi kiper terbaik sepanjang musim ini.

"Buat saya pribadi, yang paling penting dari semua gelar itu adalah gelar tim fair play. Karena gelar fair play itu menunjukkan pribadi sebuah tim sepanjang satu musim. Musim kemarin kami banyak kritik karena tingkah laku kami di lapangan. Tapi, musim ini kami bisa membalikkan keadaan. Buat saya, itu sudah jadi hal yang luar biasa," ungkapnya.

Sementara terkait dengan gelar pelatih terbaik yang juga berhasil diraihnya, Jacksen pun mengaku cukup senang. Pelatih berkebangsaan Brasil tersebut mengaku menjadi pelatih terbaik merupakan salah satu motivasinya terjun ke dunia sepak bola Indonesia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya selalu bilang sama anak-anak, dari pertama kali saya injakkan kaki di sini, kita semua bikin class room, di mana kita tancapkan cita-cita semua. Saya bilang cita-cita saya adalah berbuat sesuatu di Papua," tukas Jacksen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X