Kompas.com - 06/09/2013, 00:24 WIB
Suporter fanatik Arema, Aremania. AREMA.COMSuporter fanatik Arema, Aremania.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
MALANG, KOMPAS.com — Arema Indonesia siap menerima sanksi dari PSSI, sehubungan dengan ulah Aremania yang menyalakan flare ketika Singo Edan menang 2-1 atas Persiba Balikpapan, Kamis (5/9/2013). Akibatnya, asap memenuhi lapangan, dan sempat menggentikan pertandingan.

Asap flare datang dari segala penjuru di tribun ekonomi yang dipadati Aremania. Akibatnya, wasit harus menghentikan sementara pertandingan. Pertandingan dihentikan kurang lebih 7 menit menjelang akhir babak kedua.

"Saya harap Aremania menghormati jalannya pertandingan. Setiap pertandingan adalah milik Aremania juga. Kita sudah maksimal melakukan pemeriksaan di pintu masuk. Tapi masih saja ada yang membawa flare ke dalam stadion," kata Ketua Panpel Arema Abdul Haris, ditemui seusai pertandingan.

Melihat ulah Aremania tersebut, Haris mengaku siap menerima saksi dari PSSI. "Tapi harapan kita, semoga tidak ada sanksi karena asap flare itu," harapnya.

Ditanya mengapa petugas pintu masuk kecolongan ada penonton yang membawa flare, Haris mengaku, flare yang dibawa masuk stadion itu, kadang disembunyikan di dalam celana atau dada seorang cewek.

"Bahkan ada juga yang ditaruh di dalam drum band yang dibawa Aremania. Kita akan cari solusinya nanti," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.