Kompas.com - 30/08/2013, 22:13 WIB
Suporter Persija Jakarta merayakan gol yang dicetak pemain Persija Jakarta ke gawang Arema Indonesia di turnamen Trofeo Persija 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/11/2012). Persija adalah satu dari tiga klub ISL yang lolos dari hukuman PSSI. KOMPAS/YUNIADHI AGUNGSuporter Persija Jakarta merayakan gol yang dicetak pemain Persija Jakarta ke gawang Arema Indonesia di turnamen Trofeo Persija 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/11/2012). Persija adalah satu dari tiga klub ISL yang lolos dari hukuman PSSI.
Penulis Ary Wibowo
|
EditorAry Wibowo
JAKARTA, KOMPAS.com - Persija Jakarta kembali dibayangi sanksi dari Komisi Disiplin PSSI terkait insiden kericuhan antara The Jakmania dan pendukung Persib Bandung setelah laga kedua tim di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Jumat (30/8/2013). Komdis menyatakan akan segera mengusut kasus itu hingga tuntas.

Kericuhan tersebut pecah setelah The Jakmania dan Bobotoh terlihat pertikaian di atas tribune selatan Stadion Maguwoharjo. Bahkan, wasit harus menghentikan pertandingan sekitar 20 menit, ketika terdengar bunyi petasan dari arah tribune pentonton tersebut.

Insiden itu ditengarai bermula saat pendukung Persib melepas spanduk Persija yang berada di tribune selatan stadion. Tidak terima, beberapa suporter Persija pun mengejar pendukung Persib tersebut.

Kericuhan berlanjut saat laga berakhir. The Jakmania dikabarkan melempari benda-benda ke arah parkir kendaraan ketika bus rombongan bobotoh hendak meninggalkan stadion. Teranyar, bus yang ditumpangi suporter Persija pun dikabarkan kembali diserang oleh Viking saat melintas di Cikampek, Kamis (29/8/2013).

Ketua Komdis, Hinca Panjaitan, mengatakan, Komdis saat ini sudah menerima laporan dari panitia pelaksana pertandingan. Menurutnya, laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti agar Komdis bisa menentukan hukuman jika ditemukan kelalaian dari panpel pertandingan tersebut.

Untuk kasus ini, lanjut Hinca, Persija tidak dapat dijatuhi sanksi sebelumnya, yaitu hukuman larangan tampil satu pertandingan tanpa penonton dengan masa percobaan lima laga kandang, terkait insiden pelemparan bus Persib pada Juni lalu. Pasalnya, ia menilai, hukuman itu akan berlaku jika pertandingan kedua tim batal karena adanya insiden.

"Di Sleman, pertandingan berjalan, jadi otomatis hukuman bukan yang kemarin. Untuk kerusuhan antar suporter di Sleman nanti akan dilihat wilayah-wilayah mana saja yang masuk ke ruang lingkup Komdis. Karena, jika kericuhan itu terjadi di Cikampek, misalnya, itu bukan wilayah kami lagi sebab jaraknya jauh dari stadion," terang Hinca di Kantor PSSI, Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Hinca mengatakan, untuk menindaklanjuti kericuhan antar The Jakmania dan Bobotoh, Komdis akan memanggil panpel pertandingan pada pekan depan. Ia menilai, panpel akan terancam hukuman yang dapat melanggar Pasal 72 hingga 75 Kode Disiplin PSSI.

"Kita sudah terima laporannya. Di laporan itu ada semua insiden yang terjadi, seperti kericuhan di tengah pertandingan sampai dugaan adanya pelemparan pisang ke salah satu pemain Persib," kata Hinca.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X