Kompas.com - 27/08/2013, 01:01 WIB
Reaksi manajer Arsenal, Arsene Wenger, ketika timnya bertemu Fenerbahce pada leg pertama play-off Liga Champions di Sukru Saracoglu Stadium di Istanbul, Rabu (21/8/2013). Arsenal menang 3-0. AFP/BULENT KILICReaksi manajer Arsenal, Arsene Wenger, ketika timnya bertemu Fenerbahce pada leg pertama play-off Liga Champions di Sukru Saracoglu Stadium di Istanbul, Rabu (21/8/2013). Arsenal menang 3-0.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
LONDON, KOMPAS.com — Manajer Arsenal, Arsene Wenger, merasa yakin bahwa para pendukung Arsenal sudah menjadi korban "cuci otak" oleh berita negatif yang dialami timnya akhir-akhir ini. Demikian pernyataan The Professor, Senin (26/8/2013).

Wenger menjadi sasaran kemarahan sebagian besar penonton di Stadion Emirates menyusul kekalahan 1-3 dari Aston Villa pada pertandingan perdana Premier League, Sabtu (17/8/2013).

Namun, Wenger yang kemudian berhasil meredam kecaman tersebut berkat kemenangan beruntun atas Fenerbache di play-off Liga Champions dan Fulham usai kekalahan atas Aston Villa merasa yakin bahwa itu terjadi karena para pendukung membiarkan diri mereka terlalu banyak dipengaruhi berita-berita negatif soal klub.

"Selalu terjadi reaksi berlebihan. Kami kalah sekali sejak Maret lalu. Itulah sebabnya kekalahan dari Aston Villa itu terasa mengejutkan," katanya.

"Kekalahan itu terasa mengejutkan karena terjadi pada pertandingan pertama. Kami menang di Liga Champions menghadapi tuan rumah Bayern Muenchen pada Maret dan kemudian juga menang 3-0 atas tuan rumah Fenerbahce."

"Hal seperti itu selalu terjadi. Anda (wartawan) telah mencuci otak penonton di Emirate," katanya.

"Mungkin karena kami sudah bertahun-tahun tidak pernah juara, semuanya selalu menjadi berita negatif. Kami harus mengatasi hal ini dan akan bermain dengan baik," kata Wenger.

Pria asal Perancis itu menjadi pelatih Arsenal sejak Oktober 1996 dan saat ini menjadi pelatih terlama di Liga Utama Inggris setelah pengunduran diri Sir Alex Ferguson sebagai manajer Manchester United, beberapa waktu lalu.

Wenger yang sering menolak tawaran dari klub lain menyatakan yakin bahwa masyarakat secara umum atau penggemar sepak bola secara khusus bersikap terlalu reaktif dan kurang memperlihatkan kesetiaan pada saat-saat sulit.

"Di satu sisi ketika masyarakat tidak setia, mereka akan mengkritik, tetapi ketika mereka loyal, mereka beralasan bahwa saya terlalu lama jadi pelatih," katanya.

"Bertanggung jawab dalam hidup adalah melakukan hal-hal yang Anda anggap benar dan tidak bereaksi berlebihan atas apa yang dikatakan orang lain."

"Jika bertanggung jawab, Anda harus fokus kepada keputusan yang benar dan jika ternyata keputusan itu salah, Anda harus minta maaf. Ketika kami kalah, saya yang salah," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Thailand Open 2022: Tekuk Chou Tien Chen, Tommy ke 16 Besar

Hasil Thailand Open 2022: Tekuk Chou Tien Chen, Tommy ke 16 Besar

Badminton
Bulu Tangkis SEA Games 2021: Thailand jadi Momok Indonesia

Bulu Tangkis SEA Games 2021: Thailand jadi Momok Indonesia

Sports
Hasil Final Bulu Tangkis SEA Games 2021: Stephanie Kalah, Indonesia Takluk 0-3

Hasil Final Bulu Tangkis SEA Games 2021: Stephanie Kalah, Indonesia Takluk 0-3

Sports
Klasemen Futsal SEA Games 2021: Indonesia Amankan Medali, Perebutan Emas hingga Akhir

Klasemen Futsal SEA Games 2021: Indonesia Amankan Medali, Perebutan Emas hingga Akhir

Sports
Klasemen Medali SEA Games 2021: Tambah 6 Emas, Indonesia Bertahan di 5 Besar

Klasemen Medali SEA Games 2021: Tambah 6 Emas, Indonesia Bertahan di 5 Besar

Sports
Hasil Final Bulu Tangkis SEA Games 2021: Apriyani/Siti Kalah, Thailand Unggul 2-0

Hasil Final Bulu Tangkis SEA Games 2021: Apriyani/Siti Kalah, Thailand Unggul 2-0

Sports
SEA Games 2021, Panahan Persembahkan 4 Medali Emas untuk Indonesia

SEA Games 2021, Panahan Persembahkan 4 Medali Emas untuk Indonesia

Sports
Hasil Indonesia Vs Thailand di Futsal SEA Games 2021: Imbang 1-1, Perebutan Emas Sengit!

Hasil Indonesia Vs Thailand di Futsal SEA Games 2021: Imbang 1-1, Perebutan Emas Sengit!

Sports
Semifinal SEA Games, Yang Perlu Dilakukan Timnas Indonesia untuk Kalahkan Thailand

Semifinal SEA Games, Yang Perlu Dilakukan Timnas Indonesia untuk Kalahkan Thailand

Liga Indonesia
Pentingnya DBON untuk Kemajuan Prestasi Olahraga Indonesia

Pentingnya DBON untuk Kemajuan Prestasi Olahraga Indonesia

Olahraga
Hasil Final Bulu Tangkis SEA Games 2021: Putri KW Kalah, Indonesia vs Thailand 0-1

Hasil Final Bulu Tangkis SEA Games 2021: Putri KW Kalah, Indonesia vs Thailand 0-1

Badminton
SEA Games 2021: Tantangan Riau Ega dkk Saat Raih Emas Cabor Panahan

SEA Games 2021: Tantangan Riau Ega dkk Saat Raih Emas Cabor Panahan

Olahraga
HT Indonesia Vs Thailand di Futsal SEA Games 2021: Albagir Gemilang, Skor 0-0

HT Indonesia Vs Thailand di Futsal SEA Games 2021: Albagir Gemilang, Skor 0-0

Sports
Eduard Ivakdalam Terima Pinangan Persewar, Persipura Masih Cari Pelatih

Eduard Ivakdalam Terima Pinangan Persewar, Persipura Masih Cari Pelatih

Liga Indonesia
Kisah Flairene Candrea di SEA Games 2021, Pilihan Berujung Emas

Kisah Flairene Candrea di SEA Games 2021, Pilihan Berujung Emas

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.