Dapat Tekanan UEFA, Israel Izinkan Pemain Kejuaraan U-17 Masuki Palestina

Kompas.com - 17/08/2013, 05:21 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani
AMMAN, KOMPAS.com — Israel melunak terhadap desakan dari Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk mengizinkan tim-tim sepak bola yunior Arab memasuki teritorial Palestina. Sebelumnya, Israel menolak mengizinkan para pemain ini memasuki ke kawasan Tepi Barat.

Sikap Israel yang menolak mengizinkan para pemain dan ofisial memasuki Tepi Barat tersebut telah menyebabkan Kejuaraan Federasi Sepak Bola Asia Barat U-17 yang semula dijadwalkan mulai pada Kamis (16/8/2013) tertunda.

"Presiden WAFF (Federasi Sepak Bola Asia Barat) Pangeran Ali Bin al-Hussein (asal Jordania) dan Wakil Presiden FIFA meminta campur tangan UEFA untuk mengatasi masalah ini," kata Sekretaris Jenderal WAFF Fadi Zureigat kepada AFP. "Israel menyerah (terhadap tekanan) dan memberikan izin masuk kepada semua tim dan ofisial," lanjut dia. Palestina menjadi tuan rumah kejuaraan ini, yang mengikutsertakan tim dari Irak, Jordania, dan Uni Emirat Arab.

Terkait turnamen tersebut, tim dari Irak akan masuk ke wilayah Palestina untuk pertama kalinya. Sementara beberapa negara lain di jazirah Arab menolak bermain di Palestina, terlepas apakah Israel akan mengizinkan mereka masuk atau tidak ke kawasan tersebut.

PFA pada Kamis mendesak badan sepak bola dunia FIFA untuk memberikan sanksi kepada Israel, dengan mengatakan bahwa Israel menolak memberi izin kepada tim-tim yunior Arab untuk memasuki teritorial Palestina. "Kami meminta (FIFA) untuk memberikan kartu merah karena kartu kuning telah disodorkan sejak lama," kata Ketua PFA Jibril Rajoub kepada para pewarta di Ramallah.

Rajoub mengatakan, Israel telah menolak permohonan sejumlah perwakilan WAFF, termasuk 12 asosiasi sepak bola nasional Arab, untuk memberikan izin masuk kepada teritori-teritori Palestina yang dikuasai Israel. "Tiga manajer asosiasi sepak bola Jordania, dua perwakilan Uni Emirat Arab, dan 13 pemain serta pelatih dari Irak tidak mendapat izin masuk," tuturnya.

Kepada AFP Rajoub mengatakan bahwa WAFF telah menghubungi FIFA dan UEFA yang merupakan induk asosiasi sepak bola Israel untuk menekan Israel agar menerbitkan izin yang diperlukan para pemain dan ofisial. Izin tersebut semestinya diterbitkan pada 10 Agustus 2013. Apalagi, wilayah Palestina juga akan kembali menjadi tuan rumah Kejuaraan WAFF U-21 pada pekan pertama Oktober 2013.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.