Hidayat Berutu Berharap Bantuan Menpora

Kompas.com - 15/08/2013, 17:20 WIB
Mantan kiper tim nasional Indonesia U-22, Hidayat Berutu. Dok.GoogleMantan kiper tim nasional Indonesia U-22, Hidayat Berutu.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan kiper tim nasional Indonesia U-22, Hidayat Berutu, mengharapkan bantuan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo untuk membantu biaya pengobatan cederanya.

"Saya minta tolong ke Pak Menpora. Kalau tidak ada dana, saya minta apalah untuk kesembuhan saya," jelas Hidayat kepada Kompas.com, Kamis (15/8/2013).

Hidayat membutuhkan dana untuk membiaya pengobatan cedera pinggang yang dialaminya saat berlatih bersama klub. Pemain berusia 22 tahun ini mengaku kesulitan membiayai pengobatannya lantaran klubnya belum membayar gajinya selama lima bulan.

"Kalau ada gaji saya bisa berobat ke rumah sakit," tuturnya.

Lantaran tak memiliki biaya, Hidayat mengaku hanya menjalani pengobatan tradisional.  Seharusnya, lanjut Hidayat, cedera yang dialaminya merupakan tanggung jawab klub.

"Saya harusnya diterapi untuk pemulihan. Kalau dibiarkan semakin parah. Kalau cedera begini, sebagai tim profesional harusnya bertanggung jawab untuk pemain yang cedera. Kalau tim amatir enggak apa-apa mereka tidak bertanggung jawab. Tapi, ini kan klub profesional," tutur Hidayat.

Lebih lanjut, Hidayat mengungkapkan, dirinya terpaksa bergantung kepada orangtua untuk membiayai pengobatannya.  

"Selama berobat jalan, saya mengandalkan uang pensiun mama. Uang pensiun itu sangat membantu saya. Kalau tidak ada itu, saya sedih juga dan mungkin mencari pekerjaan lain," aku Hidayat.
 
Namun, cedera yang dialami Hidayat tak menyurutkan semangat pemain berusia 22 tahun tersebut. Ia mengaku tetap berlatih dan bermain untuk menjaga performanya.

"Saya latihan terus mas. Saya paksa. Namun, saya pernah tak berlatih dalam satu hari. Soalnya, pas bangun tidur, rasa sakitnya terasa sekali. Saya latihan karena takut gendut," ujar pemain yang pernah membela Persikad Depok tersebut.

Ya, Hidayat memang memiliki cita-cita besar untuk membela tim nasional U-23 di SEA Games Myanmar yang akan digelar pada akhir tahun 2013. Karena itu, ia ingin segera pulih. Demi membiayai pengobatannya, ia rela menjual seragam timnas dan dua medali melalui situs jual-beli.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X